Home Headline Bambang Krebo Ingin Tingkatkan Kedisiplinan Anggota Dewan

Bambang Krebo Ingin Tingkatkan Kedisiplinan Anggota Dewan

365

SEMARANG, 5/9 (Beritajateng.net) – Pimpinan DPRD Jateng sementara Bambang Kusriyanto yang akrab disapa Bambang Krebo ingin meningkatkan kedisiplinan Anggota DPRD Jateng masa bhakti 2019 – 2024. Keinginan tersebut disampaikan mengingat banyaknya sorotan masyarakat terhadap kinerja anggota dewan.

Dalam silaturahmi dengan wartawan peliput DPRD Jawa Tengah, Bambang Krebo mengatakan, selama ini terindikasi dalam rapat rapat penting seperti Rapat Paripurna atau Rapat Badan Anggaran (Banggar), anggota yang hadir tidak mencapai quorum sehingga harus tertunda selama beberapa jam menunggu anggota lain menandatangani daftar hadir.

“Persoalan disiplin tentu menjadi konsen kami. Masyarakat sering disuguhi foto yang kalian (wartawan) muat ruang paripurna cuma dihadiri segelintir anggota,” ungkapnya, Rabu (4/9).

Hal ini bisa terjadi, lanjut Krebo, kemungkinan disebabkan parameter yang digunakan untuk menentukan quorum atau tidaknya peserta rapat menggunakan ukuran jumlah anggota yang menandatangani daftar hadir saja bukan melihat kehadiran fisik anggota dewan.

“Kalau hanya menggunakan acuan dari daftar hadir bisa bisa suatu saat Rapat Paripurna hanya dihadiri oleh pimpinan dewan dan gubernur saja,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, beber Krebo, beberapa sistem akan diusulkan tercantum dalam tata tertib dewan. Sistem tersebut selama ini dipraktekkan di DPRD Kabupaten Semarang tempat Krebo memimpin selama dua periode sebelumnya.

“Kalau disetujui pansus (Pansus Tatib), saya usulkan dihitung berdasar kehadiran fisik tidak hanya absensi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, papar Krebo, dirinya juga mengusulkan agar nama nama anggota dewan yang tidak hadir di Paripurna diumumkan dalam forum tersebut beserta alasannya. Langkah ini dinilai bisa membuat anggota lebih rajin mengikuti kegiatan kegiatan kedewanan.

“Kita umumkan saja mereka yang tidak hadir. Alasannya juga harus disebutkan misalnya sakit, ijin atau tanpa keterangan,” urainya.

Mengumumkan anggota yang tidak hadir tidak saja pada saat rapat paripurna namun juga rapat rapat lainnya. Absensi rapat tersebut selanjutnya diserahkan ke Badan Kehormatan untuk dievaluasi dan bagi yang menyalahi tata tertib bisa dikenakan sangsi sesuai aturan yang berlaku.

(NK)