Home Headline Bahaya Trafficking, Jaringan Narkoba Intai Pelajar

Bahaya Trafficking, Jaringan Narkoba Intai Pelajar

SOLO, 27/8 (BeritaJateng.net) – Menteri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku prihatin saat ini kasus anak dibawah umur dan masih berstatus pelajar menjadi korban trafficking. Si anak dijadikan pengedar oleh oknum pengedar lain yang lebih besar.

Anak-anak saat ini telah disasar dan dijadikan korban untuk diperdagangkan dalam jaringan penjualan narkoba. Dan sebagian anak yang masuk merupakan anak usia belasan tahun dan masuk dalam children trafficking.

“Kasus tersebut sudah banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia,” jelasnya usai menutup acara pertemuan organisasi sosial pekerja sosial se Asean ke 5 di Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/8/2016) malam.

Semua pihak harus berupaya membantu Pemerintah mencegah anak-anak menjadi korban perdagangan anak, yang kemudian di manfaatkan untuk mengedarkan psikotropika.

Salah satu kasus nyata yang terjadi adalah di Boyolali Jawa Tengah. Pelajar masuk dalam sindikat perdagangan psikotropika dimasukkan dalam rutan di Boyolali.

Saat ini kedua bocah usia sekolah yang di manfaatkan sebagai kurir hanya dengan upah Rp. 20 ribu rupiah sudah dalam pengamanan Polres Boyolali.

Dua bocah pelajar pembawa sabu di dalam Rutan Boyolali merupakan siswa salah satu sekolah menegah atas di Boyolali ketahuan membawa masuk psikotropika yang dimasukkan dalam makanan (kepala ikan kakap) seberat satu gram saat mengunjungi salah satu tahanan di rutan Boyolali. (Bj24).

Advertisements

Comments are closed.