Home News Update Bagian Utara Solo, Terendam Banjir Kiriman 

Bagian Utara Solo, Terendam Banjir Kiriman 

image

SOLO, 23/4 (Beritajateng.net)- Hujan yang mengguyur wilayah Solo sejak Rabu sore hingga  Kamis dini hari, membuat sungai Pepe meluap dan menggenangi sejumlah wilayah di kota Solo. Seperti yang terjadi di  kelurahan Kadipiro, Sumber dan Banyuanyar.‎ Padahal wilayah tersebut terjadi banjir terakhir pada 2008 lalu.

Agus (56) warga Kadipiro, Solo mengaku ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 23.00 WIB. “Air mulai masuk rumah jam 11 malam. Tingginya sudah sebatas dada. Selama 5 tahun tinggal di sini, baru kali ini terkena banjir,” jelasnya di Solo Jawa Tengah, Kamis (23/4/2015).

Sedangkan di wilayah Minapadi, RT 01/RW 9, rumah tinggal sekaligus warung makan milik Satino (38) ambrol dan bangunannya menutup saluran drainase yang  menuju ke sungai Pepe. Akibatnya drainase yang menjadi saluran air dari tiga wilayah yakni Minapadi, Distrikan dan Cangakan tersumbat, sehingga air tidak bisa mengalir menuju kali pepe.

Waluyo warga Minapadi mengaku jika Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo, sudah meninjau lokasi rumah dan drainasi yang ambrol pagi tadi.”Pak Rudi langsung memerintahkan DPU untuk melakukan pengerukan dengan alat berat pada drainase yang tertutup material agar airnya bisa normal kembali,” jelasnya.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPDB) Solo Gatot menjelaskan untuk membantu warga pihaknya konsentrasi  membuat dapur umum untuk memberikan bantuan logistik berupa nasi bungkus pada warga yang terdampak banjir.”BPBD mendapat bantuan dari PMI, BPBD Magelang, BPBD Karanganyar untuk membuat dapur umum di tiga lokasi, yakni Praon, PMI, dan di kantor Kota Barat,” jelasnya di lokasi banjir.

Gatot juga menjelaskan saat malam kemarin saat melakukan evakuasi  juga mendapatkan bantuan perahu karet dari tim BPBD Wonogiri, BPBD Klaten, Karanganyar juga TNI/Polri.”Saat ini banjir sudah surut. Karena merupakan banjir kiriman maka datangnya cepat, surutnya juga cepat,” ungkap Gatot.  

Sementara itu warga nampak membersihkan sisa banjir yang menggenang di sekitar pemukiman. Banjir membawa material lumpur yang sangat tebal dan juga licin. (BJ24)