Home Hukum dan Kriminal Bagi Korban Tarik Motor Debkolektor Gadungan Bisa Ambil Di Polrestabes 

Bagi Korban Tarik Motor Debkolektor Gadungan Bisa Ambil Di Polrestabes 

Pelaku debkolektor gadungan
Pelaku debkolektor gadungan
Pelaku debkolektor gadungan


Semarang 14/5 (Beritajateng.net)
– Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin menghimbau kepada semua masyarakat yang pernah motornya disita oleh debkolektor dijalan bisa mengambil langsung motornya ke Kantor Polrestabes Semarang asal semua dokumen pendukung ada. 

”Sepanjang dokumen ada, seperti STNK,  maka motor bisa diambil langsung. Hanya menunjukan surat-surat lengkap tanpa dipungut biaya,” kata Burhanudin.

Dia menyebutkan, kebijakan ini diterapkan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban kejahatan perampasan oleh debkolektor.

”Ini bagian dari komitmen kepolisian untuk membantu masyarakat sepenuhnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Aparat Kepolisian juga akan berusaha memberantas pelaku perampasan motor di jalan dengan modus mengaku debkoletor.

“Kita sudah menangkap empat pelaku. Dimungkinkan ada pelaku lain. Maka dari itu akan dikembangkan dengan tempat kejadian perkara (TKP) lain. Karena sistem kerja mereka 24 jam pasti mereka semua kerja jaringan,”ujarnya.

Burhanudin menambahkan hal itu terbukti dalam percakapan Short Message Service (SMS) handpone pelaku. Dalam pesan singkat pelaku ini janjian untuk bertemu dan merencanakan aksi dengan mengicar motor korban untuk ditari ke leasing. 

“Dalam handpone pelaku ini sudah diperiksa semua. Diantaranya dari awal merencanakan aksi untuk menarik motor dengan modus menjadi debkolektor. Jadi seolah-olah pelaku seorang menagih ke korban dan nunggak membayar,” jelasnya.

Saat ditanya dengan tampang keganasan debkolektore itu, akhirnya korban itu merasa takut dan mengakui keterlambatan mengangsur.

“Dari keterangan saksi korban sudah dicek memang ada yang terlambat dan ada tertib bayar. Tertib bayar aja ditarik debkolektor ekternal. Nah jadi ini jelas kejahatan,” ujarnya. 

Maka dari itu para pelaku, baik itu individu maupun komplotan dalam sebuah jaringan, akan dikejar dan jika tertangkap akan diproses sesuai hukum yang ada.

“Untuk otak pelaku S masih dalam pengejaran petugas,” tandasnya.(BJ04)