Home Lintas Jateng Awasi Prostitusi Terselubung, Warga Bandungan Bentuk Pam Swakarsa

Awasi Prostitusi Terselubung, Warga Bandungan Bentuk Pam Swakarsa

image
Ilustrasi

Ungaran ,16/6 (BeritaJateng.net) – Imbas diberlakukannya surat edaran Bupati Semarang terkait larangan operasional tempat hiburan, seperti tempat karaoke, dan larangan praktik prostitusi selama bulan Ramadhan membuat sejumlah pengusaha hiburan dan warga dikawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang membentuk tim pengamanan masyarakat swakarsa (pam swakarsa).

Tujuan dibentuknya tim tersebut, yakni untuk mengawasi adanya praktik prostitusi terselubung yang dilakukan oleh sejumlah pekerja seks komersial pada bulan Ramadhan nanti.

“Kami akan bekerja memantau kondisi serta mencari fakta-fakta di lapangan seperti apa. Apakah juga masih ada tempat karaoke yang buka dan apakah masih ada praktik prostitusi terselubung atau tidak,” kata Ibo Bawono, selaku perwakilan Humas Asosiasi Pengusaha Karaoke Bandungan (AKRAB), Selasa (16/6).

Menurutnya tanpa ada pengawasan yang ketat dan berkesinambungan dari Pemkab Semarang, bukan tidak mungkin akan muncul masalah baru, yakni adanya sejumlah pekerja seks komersial dan pemandu karaoke yang eksodus di hotel-hotel untuk melayani tamu hotel.

“Kami khawatir para pekerja seks komersial dan pemandu karaoke itu justru ditampung oleh pengusaha hotel ‘nakal’ yang mengambil kesempatan ini. Jadi, kami meminta Pemkab Semarang untuk lebih ketat dalam pengawasan, terutama pada hotel-hotel. Hotel yang memanfaatkan situasi  tersebut harus ditindak tegas,” tuturnya.

Seperti diketahui Bupati Semarang, Mundjirin telah menerbitkan surat edaran tertanggal 1 Juni 2015 lalu, yang berisi larangan operasional tempat hiburan, selama bulan Ramadhan. (BJ029)