Home Kesehatan Awal Tahun 2018, Dinkes Purbalingga Temukan Tiga Kasus DBD

Awal Tahun 2018, Dinkes Purbalingga Temukan Tiga Kasus DBD

Kabid Pencegahan dan pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, Semedi
          Purbalingga, 26/1 (BeritaJateng.net) – Mengawali tahun 2018 Dinas Kesehatan Purbalingga telah menemukan 2 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). 2 Kasus di Desa Lamuk Kecamatan Kejobong  yang menimpa Ny Erniati (26 th) dan Eni Riska (20 th) semuanya di RT 09/05 dan 1 kasus di Desa Tlahab Kidul Kecamatan Karangreja menimpa Ny Puryani (41 th, RT01/08).
          Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, Semedi saat akan melakukan pantauan fogging di Desa Tlahab Kidul Kecamatan Karangreja, Jum’at (26/1).
           Semedi mangatakan fogging di Desa Tlahab Kidul karena telah memenuhi kriteria antaralain ditemukan penderita DBD sebanyak 1 atau lebih penderita. Kemudian ditemukan jentik lebih dari 5 persen dari rumah/bangunan yang diperiksa. Setelah memenuhi kreteria tersebut baru dilakukan setelah koordinasi dengan desa dan puskesmas setempat.
           “Untuk Desa Lamuk, walaupun sudah ada 2 penderita namun atas kesepakatan warga hanya dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD,” katanya.
           Semedi menambahkan mengantisipasi musim penghujan Dinkes telah melakukan beberapa sosialiasai kepada masyarakat terkait genangan air yang beresiko menjadi sarang nyamuk Aedes aegypty. Untuk persediaan obat  tidak ada maslah, penderita DBD bisa ditangani di Puskesmas jika memerlukan rawat inap.
          “Jika Puskesmas tidak mampu dikarenakan adanya kompilkasi penyakit lainnya bisa langsung di rujuk di RSUD Goeteng Taroena Dibrata,” tambanya.
           Berdasarkan data Dinkes Semedi  mengatakan selama tahun 2017 telah terjadi kasus DBD sebanyak 191 orang dan telahb dilakukan fogging sebanyak 17 lokasi. Berdasarkan data tersebut Semedi menghimbau kepada masyarakat agar selalu melakukan PSN di rumah dan lingkungannya guna tindakan pencegahan.
           “Jika ada tanda-tanda DBD pada saudara, temen atau tetangga agar segera malakukan pengobatan di Puskesmas atau unit kesehatan lainnya, sehingga bisa kita tindak lanjuti dilapangan,” katanya. (yit/El)