Home Nasional Atlet Sumsel Patahkan Dominasi DKI dan Jatim dalam PON

Atlet Sumsel Patahkan Dominasi DKI dan Jatim dalam PON

dok. antaranews.com

Surabaya, 10/12 (Beritajateng.net) – Atlet asal Sumatera Selatan Yongki, mematahkan dominasi DKI Jakarta dan Jawa Timur untuk merebut medali emas terakhir pada cabang loncat indah Pekan Olahraga Nasional Remaja I tahun 2014, Rabu.

Pada perlombaan nomor menara di Kolam Renang Graha Residence Surabaya, Yongki yang sebenarnya tidak diperhitungkan berhasil mencatat skor tertinggi 356,45 dari sembilan kali kesempatan loncatan.

Ia unggul tipis dari atlet tuan rumah Jatim Aldinsyah Putra Rafi yang mengumpulkan skor 350,55 dengan medali perak, dan M Ryan Fadillah (Kalimantan Selatan) di posisi ketiga dengan skor 337,25.

Sementara peraih dua medali emas sekaligus atlet Pelatnas asal DKI Jakarta, Tri Anggoro Priambodo, kali ini tampil kurang optimal dan hanya berada di urutan ke-4 dengan total skor 314,95.

“Tidak menyangka bisa dapat medali emas dan mengalahkan beberapa atlet unggulan dari DKI dan Jatim,” ucap Yongki, yang ditemui usai menerima pengalungan medali.

Ia mengaku sempat grogi di awal lomba final nomor menara, tapi kemudian mampu menguasai diri dan tampil konsisten selama sembilan kali loncatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengprov PRSI Jatim Herlambang Wijaya mengatakan hasil yang dicapai Aldinsyah Putra sudah cukup maksimal, karena sejak awal dia memang tidak dibebani target medali emas di nomor menara.

“Sebenarnya dia sudah tampil bagus, hanya sempat sedikit ‘error’ saat loncatan ketiga sehingga skornya tertinggal dari Yongki,” ujar Herlambang.

Dengan selesainya final nomor menara, cabang loncat indah PON Remaja 2014 telah merampungkan seluruh perlombaan yang menyediakan enam medali emas.

Kontingen DKI Jakarta menjadi juara umum di cabang loncat indah dengan mengoleksi tiga medali emas, satu perak dan satu perunggu, disusul tuan rumah Jatim dengan dua emas, tiga perak dan satu perunggu.

Kemudian kontingen Sumsel di urutan ketiga dengan meraih satu medali emas, dua perak dan satu perunggu, serta Kalimantan Selatan di posisi ke-4 dengan mengumpulkan tiga medali perunggu.