Home Lintas Jateng Asyik!! Pelajar dan Warga Miskin Kebumen Kini Bisa Nikmati Angkutan Gratis 

Asyik!! Pelajar dan Warga Miskin Kebumen Kini Bisa Nikmati Angkutan Gratis 

Asyik!! Pelajar dan Warga Miskin Kebumen Kini Bisa Nikmati Angkutan Gratis 

Kebumen, 2/11 (BeritaJateng.net) – Mulai Kamis (3/11) pelajar dan warga miskin di Kabupaten Kebumen bisa menikmati  layanan angkutan gratis. Layanan angkutan gratis untuk pelajar dan warga miskin tahun 2016 akan diujicobakan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Karanggayam, Sempor dan Kecamatan Rowokele.  Ujicoba layanan angkutan gratis dimulai  besok, Kamis ( 3/11) hingga 31 Desember 2016.

Launching program  layanan angkutan gratis  oleh  Bupati  Kebumen, Ir H Muhammad Yahya Fuad, SE, di lapangan PIPWS Sempor, Selasa (2/10). Launching ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati kebumen. Dilanjutkan dengan penyerahan secara  simbolik karcis/Kupon angkutan gratis kepada perwakilan pelajar dan warga miskin. Dilanjutkan dengan penempelan stiker  bertuliskan “Melayani angkutan gratis” di mobil angkutan oleh Bupati.

Bupati Kebumen  dalam sambutannya  berharap Program Pelayanan Angkutan Gratis bagi Pelajar Miskin dan Warga Miskin (Pakis Gamis) bisa mengurangi angka kemiskinan di kabupaten Kebumen.

Dengan adanya angkutan gratis diharapkan bisa mengurangi  beban pengeluran pelajar dan warga miskin.  Juga sebagi upaya  untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum. Sehingga, para pelajar dari keluarga miskin tidak boleh lagi beralasan tidak bersekolah karena tidak memiliki ongkos untuk naik angkutan umum. Yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat miskin di Kabupaten Kebumen.

Menyinggung pendistribusian karcis angkutan gratis, Bupati meminta agar dilakukan secara tepat, sehingga program angkutan gratis tepat sasaran, dan betul-betul dinikmati oleh warga yang berhak.

“Saya minta kepada  para  camat dan Kades serta para petugas yang ditunjuk, agar membagi karcis/kupon sesuai dengan peruntukan, sehingga tepat sasaran dan betul-betul dinikmati oleh yang berhak,” ungkap Bupati.

Sementara terkait keberhasilan program, Bupati mengharap berbagai masukan dari masyarakat. Terlebih program angkutan gratis bagi pelajar dan warga miskin, baru ada di Kebumen. Di beberapa kota sudah ada angkutan gratis bagi pelajar, namun untuk layanan  gratis bagi warga  miskin  baru pertama kali. Sehingga menjadi pilot project di Jawa Tengah. “Tentunya masih banyak kekurangan dan belum sempurna untuk itu saya mengharapkan berbagai masukan demi  kesempurnaan program Ini,” kata Bupati.

Kepala Dishukominfo Nugroho Tri Waluyo   melaporkan trayek angkutan di 3 kecamatan. Yakni untuk Kecamatan  Karanggayam ada 3 jalur. Jalur pertama,  Karanganyar-Karanggayam-kajoran-Ginandong, Jalur Kedua  Karanganyar-Karanggayam- Kebakalan serta   jalur Karanganyar-Karanggayam-Soma. Untuk kecamatan  Sempor , terdiri dari jalur  : Gombong-Sempor-Ketileng, Jalur kedua, Gombong-kenteng-Lawanganwu serta Gombong-Bonosari-Kedungwringin. Sedangkan untuk Kecamatan Rowokele, Karanggayam terdiri dari 2 jalur, yakni Gombong-Kreteg-Giyanti serta jalur Gombong-Rowokele-Jatijajar-Mangunweni- Candirenggo-Ayah.

Kabid Angkutan Dishubkominfo  Drs Adhy Widodo, M.Si  mengatakan  dalam ujicoba layanan angkutan gratis tahun 2016, kuota  untuk Kecamatan  Rowokele untuk  500  pelajar miskin, Kecamatan Sempor dan Karanggayam masing-masing 600 pelajar miskin. Sedangkan untuk warga miskin, masing-masing kecamatan mendapatkan jatah  300 penerima. Untuk pelajar, kupon berwarna kuning, sedangkan warga miskin, kupon berwarna hijau Untuk pelajar, bisa dipergunakan dari Senin- Sabtu dari pukul 05.00 – 14.00 WIB  dengan asumsi sebulan 26 hari, sedangkan untuk warga miskin, dari Senin- Minggu, dengan asumsi sebulan 15 hari. Kupon berlaku  untuk satu kali berangkat dan pulang. Layanan angkutan gratis diperuntukan untuk siswa SLTP dan SLTA, untuk  anak kuliah/ mahasiswa tidak diberikan.

Salah seorang pelajar penerima kupon, Petriana Jihan Puspita, sangat senang dengan adanya angkutan gratis. Dirinya merasa  terbantu  sekali. Karena selama ini, untuk ke sekolah dirinya harus mengeluarkan ongkos angkutan, sebanyak 7 ribu tiap harinya. ” Saya sangat senang, dengan adanya angkutan gratis, karena   untuk ke sekolah saya harus keluar uang Rp 7 ribu tiap hari, berangkat 3 ribu, pulang 4 ribu,” ungkapnya. (BJ33)

Advertisements