Home Lintas Jateng Asiik! Penumpang BRT Dimudahkan dengan Aplikasi Pencari Posisi BRT Semarang

Asiik! Penumpang BRT Dimudahkan dengan Aplikasi Pencari Posisi BRT Semarang

Walikota Semarang memperlihatkan aplikasi pemantau BRT Trans Semarang melalui smartphone.

Semarang, 4/5 (BeritaJateng.net) – Pengelola Bus Rapit Transit (BRT) Kota Semarang meluncurkan BRT Trans Semarang. Aplikasi berbasis android ini bisa mendeteksi keberadaan BRT.

Lewat aplikasi berbasis Android tersebut, masyarakat bisa mendeteksi posisi BRT Trans Semarang untuk sampai ke shelter terdekat.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Terminal Mangkang Kota Semarang selaku pengelola BRT Trans Semarang, Joko Umboro mengatakan adanya aplikasi ini pemakai BRT bisa mengetahui keberadaan bus untuk sampai ke selter.

Saat ini masih untuk Koridor IV. Untuk koridor lain masih akan dianggarkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Joko, melalui aplikasi ini Pemerintah dan pengelola bisa memantau pemasukan BRT tiap harinya.

Sementara untuk sistem pemantauan BRT Trans Semarang di koridor lain, pihaknya masih akan menganggarkan dana guna pemasangan alat ticketing on bus.

“Menggunakan aplikasi tersebut, calon penumpang bisa memantau jarak, menghitung waktu sampai, serta kecepatan BRT Trans Semarang menuju selter. Bahkan, calon penumpang bisa memantau kondisi jalan yang dilalui oleh BRT Trans Semarang,” terangnya.

Namun demikian, papar Joko, penghitungan jarak dan waktu tempuh BRT Trans Semarang dengan selter terdekat masih berupa asumsi. Ia beralasan, kondisi lalu lintas tidak bisa diprediksi.

“Kecepatan tergantung kondisi jalan. Jadi, asumsi yang kami gunakan adalah kecepatan rata-rata,” katanya.

Joko menambahkan, alat ticketing BRT Trans Semarang berada di dalam bus. Sistem terkoneksi dengan aplikasi.

“Sistem ticketing on bus baru kali pertama ini ada di Indonesia. Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta bahkan masih menerapkan sistem ticketing on shelter,” bebernya.

Menurut Joko, sekarang baru tersedia 18 alat ticketing di BRT Trans Semarang. Akhir tahun nanti, alat bakal ditambah sampai 75 unit.

Sementara tahun depan, jumlah BRT Trans Semarang ada 123 unit sehingga kami masih membutuhkan 123 alat ticketing lagi.

“Harapannya, manfaat aplikasi ini benar-benar dirasakan oleh penumpang. Jangan ragu menegur sopir untuk mengurangi kecepatan jika aplikasi melaporkan kondisi jalan yang menurun. Jika sopir tetap membandel, ada petugas khusus di titik tertentu. Ia akan memberi teguran ke sopir,” urainya.

Joko mengatakan, fungsi lain aplikasi BRT Trans Semarang adalah bisa untuk memantau secara real time pemasukan armada. Namun, hal tersebut hanya bisa dilihat oleh pengelola serta pimpinan eksekutif BRT Trans Semarang.

“Kami jadi lebih mudah melakukan pengawasan keuangan,” katanya.

Berdasarkan informasi di laman www.play.google.com, aplikasi BRT Trans Semarang memiliki ukuran 15 MB.

Peruntukannya adalah sistem operasi Android 4.0 ke atas.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyambut baik upaya pengelola BRT Trans Semarang dalam meningkatkan pelayanan penumpang.

Aplikasi BRT Trans Semarang menguntungkan bagi calon penumpang maupun pengelola. Saya berharap, aplikasi tersebut bisa bekerja secara maksimal sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses BRT Trans Semarang,” tukasnya.(bj)