Home Lintas Jateng APBD 2015 Terancam Tidak Cair, DPRD dan Pemda Dinilai Gagal

APBD 2015 Terancam Tidak Cair, DPRD dan Pemda Dinilai Gagal

image

KENDAL, 21/6 (Beritajateng.net) – Pasca rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2014 Kabupaten Kendal untuk menuju ke APBD Perubahan 2015 yang terancam tidak cair, lantaran tidak kourum seperti yang telah diberitakan sebelumnya. Hal tersebut sontak membuat kritikan dari sejumlah kalangan masyarakat Kabupaten Kendal.

Salah satunya Rusmono Rudi Nuryawan seorang pengusaha ternama warga asal Boja mengaku prihatin akan kegagalan sidang rapat paripurna yang sudah dibahas sebanyak tiga kali, namun tidak pernah kourum.

“Ini sebuah bukti nyata, jika pemerintahan daerah dengan anggota dewan Kabupaten Kendal memang tidak ada komunikasi yang baik antar kedua belah pihak,” ujarnya, Minggu (21/6).

Menurutnya, ada sebuah faktor kesengajaan dalam menetapkan dan memutuskan sebuah laporan pertanggungjawaban nota keuangan anggaran belanja daerah Kabupaten Kendal bisa terjadi sebuah kegagalan.

“Kejadian seperti ini merupakan rekor kali pertama kali untuk di tingkat Jawa Tengah yakni hanya di Kabupaten Kendal, ini sungguh sangat memalukan. Sebab, sidang rapat paripurna perubahan selama tiga kali ternyata sampai gagal dan ini sangat memalukan,” ungkap Wawan sapaan akrabnya.

Wawan mengatakan, dalam dunia politik wajar jika dibutuhkan kepiawaian dari seorang Bupati untuk bisa menjalin komunikasi dengan mitra kerjanya yang tujuannya agar birokrasi pemerintahan dan pelayanan publik menjadi lancar.

Terlebih dengan adanya hal itu, lanjut dia, maka masyarakat luas yang akan rugi, sebab pembangunan tidak jalan nantinya serta semua pelayanan dibidang apapun akan terganggu. maka harus dilakukan langkah konkrit yakni dengan melakukan komunikasi intensif.

“Saran kami yaitu, pihak Bupati harus mau duduk bersama meski tidak harus dilakukan secara formal untuk bertemu dengan para anggota dewan guna membahas dan menjalin komunikasi dalam mencari solusi terbaik,” harapnya. 

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, akibat tidak memenuhi quorum maka anggaran senilai Rp 352 Milliar terancam bakal tidak cair. Padahal, penetapan nota keuangan APBD 2014 tersebut menjadi acuan Pemkab Kendal untuk mengajukan APBD Perubahan 2015 yang seharusnya ditetapkan dalam APBD Perubahan 2015 hingga akhir bulan Juni ini.

Sementara itu, tiga kali sidang rapat paripurna yang digelar tidak pernah kourum yakni sejak 13 Mei 2015 yang hanya dihadiri 12 orang, berikutnya lagi pada 3 Juni 2015 juga hanya dihadiri oleh 10 orang. Dan rapat ketiga kalinya yang dilaksanakan pada Jumat (19/6) lalu, hanya diikuti sebanyak 11 orang. (BJ019)