Home Lintas Jateng Antisipasi Gangguan Keamanan, PT KAI Kerahkan Petugas Pemeriksa Jalur Ekstra

Antisipasi Gangguan Keamanan, PT KAI Kerahkan Petugas Pemeriksa Jalur Ekstra

image

Purwokerto, 22/6 (BeritaJateng.net) – Mengantisipasi munculnya gangguan keamanan terhadap perjalanan kereta api, PT KAI Daop 5 Purwokerto menerjunkan petugas pemeriksa jalur KA ekstra di beberapa ruas jalur lebih awal dari rencana semula.
 
“Gangguan keamanan tersebut seperti pengganjalan rel, pelemparan terhadap KA yang melintas serta kemungkinan pencurian peralatan prasarana kereta api,”ujar Manager Humas  PT KAI Daop V Purwokerto, Surono , Senin (22/6).
 
Seperti diketahui,  pada hari Sabtu (20/6) yang lalu telah terjadi pengganjalan jalur rel menggunakan batu yang ukurannya cukup besar di km 395+1/2 petak jalan Sikampuh- Kroya, masuk wilayah Desa Doplang, Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.
 
Disamping pengganjalan jalur rel oleh orang tidak bertanggung jawab, memasuki bulan Puasa ini juga beberapa kali terjadi pelemparan batu terhadap KA yang melintas.
 
Dalam sehari, Minggu (21/6), telah terjadi tiga kali pelemparan terhadap KA yang lewat. Masing- masing terjadi di antara stasiun Sikampuh- Kroya terhadap KA Kutojaya Selatan tujuan Kutoarjo, di antara stasiun Jeruklegi- Lebeng terhadap KA Serayu Malam tujuan Purwokerto dan di antara stasiun Kroya- Kemranjen terhadap KA Logawa tujuan Jember.
 
Dari ketiga kejadian pelemparan tersebut menyebabkan seorang penumpang KA Logawa menderita luka- luka dan empat kaca jendela kereta ekonomi pecah terkena lemparan batu.
 
Dalam liburan Puasa ini ditengarai banyak anak- anak yang bermain di sekitar jalur rel KA. Terutama saat sesudah sahur dan menjelang buka puasa. Hal ini menjadi kerawanan terhadap pelemparan KA yang dilakukan secara iseng oleh anak- anak.
 
“Kami terjunkan petugas pemeriksa jalur KA ekstra lebih awal untuk mengantisipasi gangguan keamanan tersebut”. Sebelumnya penambahan petugas pemeriksa jalur KA ekstra ini direncanakan baru dimulai pada H-10 lebaran,” ujarnya.
 
Total jumlah petugas pemeriksa jalur KA ekstra yang dikerahkan untuk pengamanan jalur KA dalam angkutan lebaran ini sebanyak 58 orang. Setiap petak jalan antara dua stasiun akan diperiksa oleh petugas ekstra ini, selain petugas pemeriksa jalur KA reguler.
 
Setiap petugas pemeriksa jalur KA bertugas memeriksa jalur rel antara dua stasiun yang berdekatan dengan berjalan kaki. Jarak terjauh untuk rute pemeriksaan tersebut sekitar 8 kilometer.
 
Untuk petak jalan yang panjang (lebih dari 8 km), petugas memeriksa jalurnya dua orang, sehingga jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Seperti petak jalan Tegal- Slawi (11 km), Slawi- Prupuk (19 km) dan Kawunganten- Jeruklegi (13 km).
 
Selain petugas pemeriksa jalur KA ekstra, PT KAI Daop 5 juga menerjunkan tim pengamanan jalur internal tertutup. Tim ini akan bergerak mengantisipasi gangguan keamanan, baik pelemparan KA, pengganjalan rel maupun kemungkinan pencurian.
 
“Setiap pelaku yang mengganggu keamanan operasional KA yang tertangkap akan kami proses sesuai aturan hukum yang ada”. Sesuai Undang- undang 23 tahun 2007 pasal 199, setiap orang yang melakukan aktifitas di ruang manfaat jalur KA dipidana penjara maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp. 15.000.000. (Lima belas juta rupiah).
 
Sedangkan bagi pelaku pelemparan KA yang menyebabkan kerusakan prasarana KA dipidana penjara maksimal 3 tahun. Jika sampai menimbulkan korban luka berat, pidana maksimal 10 tahun telah menunggu bagi pelaku (pasal 197).  (BJ33)