Home News Update Anies Baswedan Sidak UN di SMP Solo

Anies Baswedan Sidak UN di SMP Solo

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan berkesempatan untuk melakukan sidak dan mengecek terkait kesiapan soal ujian di SMP Negeri 10 Solo, Senin (4/5) pagi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan berkesempatan untuk melakukan sidak dan mengecek terkait kesiapan soal ujian  di SMP Negeri 10 Solo, Senin (4/5) pagi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan berkesempatan untuk melakukan sidak dan mengecek terkait kesiapan soal ujian di SMP Negeri 10 Solo, Senin (4/5) pagi.

Solo, 4/5 (BeritaJateng.net) – Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), hari ini Senin (4/5) mulai di laksanakan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan menyebutkan jika ada sekitar 3,9 jt siswa SMP yang mengikuti ujian Nasional.

Pada UN hari pertama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan berkesempatan untuk melakukan sidak dan mengecek terkait kesiapan soal ujian di SMP Negeri 10 Solo. Dan hasil di lapangan berjalan sesuai dengan rencana.

Hasilnya sidak Anis Baswedan ke SMPN 10 Solo tidak mendapati segel dokumen naskah ujian yang rusak atau bocor.

“Hasil tinjauan semua berjalan dengan lancar, tidak ada keterlambatan. Mulai dari persiapan pelaksanaan serta bahan (soal ujian) tiba on time,” jelas Anis di Solo Jawa Tengah, Senin (4/5/2015).

Anis Baswedan juga menyebutkaan jika jangan sampai terjadi kebocoran soal UN.  Jika melihat ada kasus kebocoran soal, harus segera dilaporkan. Sebab jika terjadi kebocortan soal bukan hanya oknum yang membocorkan saja yang salah, tapi juga orang yang melihatnya namun diam saja tidak melapor.

“Banyak orang baik yang diam dan mendiamkan saja jika melihat tindakan pembocoran soal. Harusnya di laporkan supaya bisa diproses. Agar  tidak akan berulang kembali di tahun mendatang,” saran Anis.

Ujian sekolah akan  direncanakan  menggunakan komputer di waktu yang akan datang sebagai bentuk antisipasi rawannya naskah ujian yang bocor.

Anies Baswedan mengakui jika menggunakan naskah justru mudah bocor tapi dengan  sistem komputer maka soal bisa teracak serta peserta ujian mendapatkan soal berbeda dengan pelajar lainnya.

“Namun sistem komputer ini butuh prasarana tempat dan listrik yang cukup sehingga tidak menggangu teknis ujian berlangsung,” pungkas Anies. (BJ24)