Home Headline Angin Puting Beliung Terjang Purwokerto

Angin Puting Beliung Terjang Purwokerto

puting beliung

Purwokerto, 25/3 (BeritaJateng.net) – Angin puting beliung menerjang Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu siang, sehingga mengakibatkan belasan rumah mengalami kerusakan serta menumbangkan sejumlah baliho dan pohon.

Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Rescue Banyumas Heriana Ady Chandra mengatakan bahwa berdasarkan laporan warga, sedikitnya belasan rumah di Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.

“Hujan disertai angin kencang tersebut merusak atap rumah-rumah warga. Kami masih mendata jumlah rumah yang rusak,” katanya.

Sementara di Jalan Letjen Pol Soemarto, Purwokerto, sebuah pohon di depan Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto tumbang akibat diterjang angin puting beliung sehingga ruas jalan tersebut ditutup sementara selama petugas dari kepolisian menyingkirkan pohon yang tumbang itu.

Salah seorang warga sekitar lokasi kejadian, Dimas (35) mengatakan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang itu berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

“Anginnya sangat kencang sehingga menumbangkan pohon di depan SPN ini,” katanya.

Selain pohon, sejumlah baliho berukuran besar juga ambruk akibat terjangan angin puting beliung di antara baliho di Jalan Dr Angka serta di perbatasan kota Purwokerto dan Patikraja.

“Untungnya tidak ada orang atau kendaraan yang melintas saat baliho di Jalan Dr Angka itu ambruk sehingga tidak menimbulkan korban,” kata salah seorang warga, Aris (38).

Hujan deras disertai angin kencang juga terjadi di Kecamatan Adipala dan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, sekitar pukul 14.15 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

Salah seorang warga Adipala, Totok (39) mengaku terpaksa berteduh di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Canthelan, Kesugihan, dalam perjalanannya dari Cilacap.

“Saya terpaksa menunggu hujan sampai reda karena tidak mau menanggung risiko. Tadi hujan deras, anginnya sangat kencang, dan petir terlihat menyambar-nyambar. Padahal sebelumnya cuaca terlihat cerah dan udara terasa sangat panas,” katanya.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengimbau warga di wilayah Jateng bagian selatan khususnya Cilacap dan Banyumas untuk mewaspadai potensi terjadinya angin puting beliung selama masa pancaroba.

Saat pancaroba, kata dia, suhu udara meningkat sehingga terjadi pemanasan lokal yang intensif.

“Peluang hujan pada masa pancaroba terjadi akibat awan-awan konvektif yang disebabkan oleh pemanasan lokal yang intensif. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menyebabkan terjadinya angin puting beliung,” katanya.

Menurut dia, tanda-tanda datangnya angin puting beliung dapat diketahui dari cuaca cerah pada pagi hari dan terasa cukup panas namun menjelang siang tampak mendung dan terlihat adanya awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi seperti bunga kol. (ant/BJ)