Home Hukum dan Kriminal Anggota DPRD Batang Merasa “Dijebak” Korupsi

Anggota DPRD Batang Merasa “Dijebak” Korupsi

Sejumlah anggota DPRD Batang (kiri-kanan) Muafi, Acara Ariani, Junaenah, tuhlan. (Beritajateng.net/FUH

 

BatangDPRD Batang, 11/11 (Beritajateng.net) – Merasa dijebak terkait penerimaan dana “cash back” Bintek Kemendagri senilai Rp 700 ribu, sejumlah anggota DPRD Batang berontak. Mereka mengaku tersinggung dianggap “kotor” lantaran telah menerima uang tersebut.

Anggota Komisi C, Mu’afi, memaparkan, pangkal persoalan itu terjadi pada Senin (10/11) setelah ketua DPRD Batang, Imam Teguh Raharjo mengungkapkan bahwa tidak ada anggota DPRD yang bersih, semua dewan itu kotor.

“Alasannya apa, ternyata ada hubungannya dengan penerimaan uang cash back Rp 700 ribu, setelah Bintek Kemendagri, di Semarang. Terus terang kami kaget,” ungkapnya, Selasa.

Mu’afi memaparkan, dirinya serta sejumlah anggota dewan dari komisi lain yang notabebe merupakan anggota dewan anyaran, merasa dijebak. Perkataan ketua dewan tersebut pun menimbulkan pertanyaan besar. “Kok itu dimunculkan sekarang, kami kan terkejut. Kalau itu merupakan kesalahan kenapa tidak disampaikan dari awal. Saya menanggapi serius, ini bukan perkara sepele,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A, Junaenah menambahkan, dirinya sangat menyayangkan karena merasa seolah dijebak atas penerimaa uang tersebut. “Saya jelas tidak mau dibawa-bawa, kalau urusan Rp 700 ribu kemudian kami dapat masalah. Itu berhubungan dengan nama baik,” timpalnya. (FU/pj)