Home DPRD Kota Semarang Anggaran Pemeliharaan dan Perawatan Rumdin Ketua Dewan Disorot

Anggaran Pemeliharaan dan Perawatan Rumdin Ketua Dewan Disorot

dana aspirasiSemarang, 18/2 (Beritajateng.net) – Anggaran pemeliharaan dan perawatan rumah dinas Ketua DPRD Kota Semarang yang dialokasikan ke Sekretariat DPRD setempat mendapatkan sorotan.
“Saya kaget ketika bertamu ke sana (rumah dinas Ketua DPRD, red.). ‘Masa’ sofanya sudah kumuh, kotor, tidak layak lagi dipakai,” kata legislator Kota Semarang Nunung Sriyanto di Semarang, Rabu.
Rumah dinas yang beralamat di Jalan Profesor Sudarto Nomor 70, Tembalang, Semarang, itu, kini ditempati politikus PDI Perjuangan Supriyadi setelah resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Semarang.
Nunung menjelaskan kondisi sofa yang berada di ruang tengah dan teras rumah dinas itu sudah usang, kulit pelapisnya sudah banyak yang mengelupas dan warnanya juga sudah terlihat memudar.
“Ketika saya perhatikan lagi, ‘air conditioner’ (AC)-nya ternyata sudah ‘jadul’ (kuno), tidak berfungsi lagi. Kalau tidak salah, AC itu di ruang tengah,” kata politikus Partai Gerindra itu.
Meski sudah dicat ulang, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang itu mengatakan, masih terlihat jelas bekas rembesan air hujan, apalagi pengecatan dinding-dinding rumah juga terkesan dilakukan seadanya.
Ia mengatakan pemeliharan dan perawatan rutin rumah dinas Ketua DPRD Kota Semarang sebagai fasilitas pimpinan dewan sudah dianggarkan dari APBD Kota Semarang yang dikelola oleh Setwan DPRD setempat.
“Makanya, saya kaget melihat kondisinya (rumah dinas, red.) kok seperti ini? Apalagi, rumah dinas ini untuk ketua dewan. Kalau ada tamu, misalnya. Apa kita sebagai warga Semarang tidak malu?,” tukasnya.
Padahal, kata dia, tamu-tamu yang datang ke rumah dinas ketua dewan tentu saja bukan hanya dari kalangan keluarga atau kawan, tetapi juga kalangan pejabat, baik dari Kota Semarang maupun daerah lain.
“Kebetulan, saya mampir ke sana setelah mengikuti senam di Universitas Diponegoro. Ternyata, kondisi rumah dinas ini tidak terawat. Padahal, ada anggaran yang tidak sedikit untuk pemeliharaan,” katanya.
Berdasarkan data dari Setwan DPRD Kota Semarang, biaya untuk pemeliharan dan perawatan rumah dinas ketua dewan itu dianggarkan puluhan juta rupiah dari APBD Kota Semarang setiap tahunnya. Seperti pada APBD Kota Semarang 2009 yang dianggarkan sebesar Rp88,9 juta, sementara pada 2013 lalu dianggarkan sebesar Rp131,6 juta, dan pada 2014 juga sudah dianggarkan sebesar Rp125,3 juta.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak soal ketidaklayakan sejumlah fasilitas yang ada di rumah dinas yang ditempatinya bersama keluarga itu.
“Kami sekadar menempati fasilitas yang diberikan pemerintah dan harus bersyukur. Saya sendiri mau menyuruh penjaga untuk bersih-bersih ‘ga’ enak karena gajinya ternyata hanya Rp600 ribu/bulan,” tukasnya.(Bj05)