Home Nasional Ancaman Terorisme Berkurang, Sosialisasi Harus Tetap Jalan

Ancaman Terorisme Berkurang, Sosialisasi Harus Tetap Jalan

image

Semarang,16/6 (BeritaJateng.net) – Ancaman maupun aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia sudah mulai berkurang. Meskipun begitu sosialisasi masih tetap penting dan berjalan agar masyarakat lebih sadar tentang Terorisme dan Radikalisme.

Untuk terus menumbuhkan kesadaran masyarakat, hal ini juga tak luput dari upaya pemerintah yang gencar melakukan sosialisasi tentang radikalisme di Indonesia. Seperti yang telah dilakukan BNPT (Badan Penanggulangan Pencegahan Terorisme) yang melakukan orientasi berita radikalisme di Universitas 17 Agustus Semarang, Selasa(16/6).

Menurut pembicara pada orientasi radikalisme, Muhamad Nasir mengatakan bahwa dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat akan berdampak terhadap kesadaran pentingnya pengetahuan tentang bahaya dan ancaman terorisme.

“Keberhasilan menurut saya yaitu kegiatan ini masih ada dan terus berjalan, bahwa kegiatan sosialisasi bisa membuat masyarakat sadar akan bahaya dan ancaman terorisme, kini masyarakat sudah mulai menyadarinya, bahwa bahaya itu sangat penting untuk  kita hadapi bersama-sama,”ujarnya.

Dan kedua ungkapnya yakni keberhasilan BNPT atas penyadaran para mantan pelaku, dan maupun yang masih dipenjara itu masih terus berjalan, kemungkinan saja belum terekspose. Siapa saja orang-orang yang sudah sadar, dan ikut berpartisipasi untuk menolak bersama-sama dalam aksi terorisme.

“Intinya tidak boleh berhenti, karena para pelaku hingga saat ini, masih banyak dalam pengejaran kepolisian, dan mereka masih ingin melakukan aksi tersebut, sebagai contoh seperti kelompok mujahidin, dan mereka masih mempunyai hasrat untuk melakukan aksi-aksi terorisme,”tuturnya.

Oleh karena itu menurutnya sosialisasi tidak boleh berhenti. Kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat untuk mewaspadai itu tetap harus dilakukan. “Bukan berarti saat ini terbebas dari ancaman, namun agar masyarakat bisa lebih melakukan pencegahan dini sebelum sesuatu hal terjadi,”ujarnya.

Ia menambahkan selama gerakan ISIS dan Irak itu masih ada, pastinya masih banyak para pendukungnya di berbagai negara salah satunya di Indonesia. Memang beberapa tahun ini, ungkapnya aksi-aksi sudah mulai berkurang. “Aksi mereka hanya di daerah sekitar Sulawesi saja, dan didaerah Jawa, untuk daerah lainya sudah semakin berkurang,”jelasnya.

“Dan kita berharap berkurangnya aksi-aksi tersebut merupakan kesadaran dari mereka sendiri, bahwa Indonesia ini bukan tempat untuk melakukan aksi terorisme dan radikalisme,”pungkasnya.(MG- 3)