Home Headline Amerika Siap Kirim Pasukan Khusus untuk Memburu Pimpinan ISIS

Amerika Siap Kirim Pasukan Khusus untuk Memburu Pimpinan ISIS

image

Washington, 11/2 (Beritajateng.net) – Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan bahwa dia tengah mempertimbangkan rencana pengiriman pasukan khusus ke Irak dan Suriah dengan misi membunuh sejumlah pemimpin tinggi kelompok ISIS (Daulah Islam).

Pernyataan tersebut dia sampaikan pada Rabu di depan Kongres untuk meminta pengesahan operasi militer yang hampir sebanding dengan invasi dalam skala penuh.

Dalam kesempatan itu, Obama meminta Kongres untuk mengesahkan perluasan aksi militer melawan kelompok ISIS di luar basis di Suriah dan Irak jika diperlukan.

“Koalisi internasional kini tengah berada dalam posisi menyerang sementara mereka (ISIS) dalam posisi bertahan dan akan kalah,” kata Obama.

Dia berjanji akan tetap mempertahankan pola serangan udara dengan tambahan serangan darat singkat jika diperlukan.

“Jika kami mendapat informasi intelejen yang dapat ditindaklanjuti mengenai berkumpulnya para pemimpin ISIS, dan negara-negara lain tidak mempunyai kapasitas untuk menyerang mereka, saya akan siapkan perintah kepada pasukan khusus untuk beraksi,” kata Obama.

“Saya tidak akan membiarkan para teroris itu mempunyai tempat yang aman,” tambah Obama.

Usulan Obama tersebut merupakan sinyal tekanan bagi ISIS setelah pemerintah Irak memutuskan untuk melakukan serangan darat dalam beberapa bulan ke depan.

Jika disetujui Kongres, usulan Obama akan menjadi dasar hukum yang kuat atas operasi militer yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Sejak pertengahan 2014, pihak militer Amerika Serikat memang telah melancarkan serangan udara dengan target ISIS di Irak dan Suaiah.

Dengan kematian tawanan ISIS asal Amerika Serikat, Kayla Mueller, dan pembunuhan terhadap tiga warga lainnya, Obama dalam beberapa waktu terakhir terus ditekan untuk mempertimbangkan ulang strateginya.

Namun untuk memenangi suara Kongres yang saat ini dikuasai oleh Partai Republik dan perlawanan dari tubuh partainya sendiri, Obama lebih memilih untuk membatasi operasi militer baik dalam bentuk maupun cakupannya.

Usulan legislasi dari Obama “tidak meminta penggunaan Pasukan Bersenjata Amerika Serikat dalam operasi serangan darat yang berlangsung lama.” Dalam usulan itu, Obama diwajibkan untuk memerikan laporan kepada Kongres setiap enam bulan sekali.

Obama sendiri memastikan bahwa perang melawan ISIS tidak sama dengan invasi darat di Irak dan Afghanistan.

“Pasukan lokal yang mengenal negaranya adalah pasukan terbaik untuk menyerang ISIS dari darat,” kata dia.(ant/Bj02)

Advertisements