Home Lintas Jateng Alun-Alun Utara Resmi Digunakan Sebagai Pasar Darurat

Alun-Alun Utara Resmi Digunakan Sebagai Pasar Darurat

image

SOLO, 25/3 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot Solo) secara resmi menggunakan alun-alun Utara Kraton Solo untuk digunakan sebagai pasar darurat Klewer yang akan mulai di bangun awal April mendatang.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto kepada wartawan menyebutkan bahwa mulai Selasa (24/3/2015) kemarin hak sewa atas Alun-Alun Utara sudah menjadi milik Pemkot Solo, karena sudah ada penandatangan surat sewa antara Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan PB XIII Hangabehi.”Pak Wali sudah menandatangani surat sewa dengan PB XIII di keraton. Dengan demikian, Pemkot sudah memiliki hak untuk menggunakannya,” jelas Budi.

Sebab itu ungkap Budi, karena hak sewa sudah menjadi milik Pemkot Solo, maka kondisi alun-alun utara harus steril dan bersih dari pedagang yang selama ini menyewa lokasi pasar darurat yang dibangun oleh Kraton Solo. Selain itu, Pemkot hanya memegang hak sewa untuk membangun pasar darurat Klewer, dan tidak berwenang untuk memindahkan pedagang yang selama ini berjualan di lokasi milik Kraton tersebut. 

Harga yang dikeluarkan Pemkot Solo untuk mermbayar sewa lokasi  ungkap Budi sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Yakni,  Rp2,5 miliar per tahun untuk masa sewa selama dua tahun dan langsung di transfer melalui  rekening Sinuhun.

Sementara itu Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo ketika di temui di  Solo Techno Park (STP), menyebutkan  pembangunan pasar darurat segera dimulai dengan dana sebesar Rp 22 miliar. Terkait pengosongan lokasi yang selama ini digunakan untuk berdagang sebagian pedagang Klewer yang terlanjur menyewa pada pihak Kraton Solo, Rudi mengungkapkan hal tersebut tidak perlu dilakukan. 

“Kan saat proses pembangunan pasar darurat, kawasan Alun-alun Utara akan dipasang pagar keliling, jadi bisa saja pedagang masih dapat beraktivitas di luar pagar,” terang Rudi. Namun tegas Rudi, semuanya harus diverifikasi, benar tidak mereka adalah pedagang Pasar Klewer yang kiosnya terbakar, atau pedagang dari luar kota. Nantinya hasil verifikasi akan menjadi pertimbangan bagi penempatan lokasi pedagang. (BJ24)