Home Lintas Jateng Aliran PDAM Rusunawa Diputus Akibat Menunggak, Hendi Bantu Lunasi

Aliran PDAM Rusunawa Diputus Akibat Menunggak, Hendi Bantu Lunasi

Semarang, 30/1 (BeritaJateng.net) – Puluhan warga penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kaligawe Semarang mendatangi Kantor Wali Kota Semarang mengadukan pemutusan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang.

“Kami setiap bulan secara rutin membayar tagihan air bersih kepada ketua paguyuban. Namun, kenapa airnya malah dicabut,” kata Maskun, salah seorang warga Rusunawa Kaligawe saat beraudiensi dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi), di Semarang.

Sejak air PDAM diputus alirannya, kata dia, warga di rusunawa kesulitan mendapatkan air bersih, termasuk untuk melakukan berbagai aktivitas karena tidak adanya aliran air bersih, seperti mandi, mencuci, dan memasak.

Warga Rusunawa Kaligawe, kata dia, lebih kaget ketika mendapatkan teguran dari PDAM Kota Semarang mengenai adanya tunggakan tagihan air bersih pada November 2017 yang sudah lebih dari satu tahun dengan nilai Rp23 juta.

“Sejak November 2017 sampai sekarang, kami ingin membayar tagihan listrik bulanan namun ditolak karena PDAM ingin pembayaran bisa dilakukan secara keseluruhan, termasuk tunggakan yang ada,” katanya.

Senada diungkapkan Darto, penghuni lainnya di rusunawa yang mengeluhkan kesulitan beraktivitas dengan tidak adanya aliran air bersih dari PDAM sehingga terpaksa harus membeli air bersih dari Pasar Waru Semarang.

Ia harus membeli air bersih itu dengan harga Rp1.000/jeriken dari Pasar Waru yang diambilkan dari sumur artetis karena harus melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, terutama mandi, memasak, dan mencuci.

“Kemarin, sempat ada bantuan air bersih sebanyak tiga tangki dari Dinas Pemadam Kebakaran dan PDAM Kota Semarang. Ya, langsung habis seketika diserbu warga karena sudah dua hari menantikan air bersih,” katanya.

Darto juga mengaku bingung dengan pemutusan aliran air bersih PDAM Kota Semarang karena selama ini rutin membayar tagihan air ke pengurus setiap bulan, dan dari informasi malah ada tunggakan Rp23 juta.

Menurut Yanto, pengurus sementara Rusunawa Kaligawe mengakui adanya permasalahan tagihan air saat akan membayarkan tagihan pada November 2017-Januari 2018, sebab ditolak PDAM karena masih ada tunggakan.

Di sisi lain, kata dia, warga tidak berani menagih pada pengurus lama karena saat dimintai laporan malah diintimidasi sehingga mengadu ke Wali Kota Semarang, sekaligus mengadu kondisi rusunawa yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan akan segera menyelesaikan permasalahan itu dengan menanggung seluruh tunggakan pembayaran PDAM yang diambilkan dari dana pribadinya, bukan dari anggaran wali kota.

“Saya tidak ingin masalah ini berlarut. Warga enggak ngerti uangnya ke mana, sementara mereka butuh air. Saya ambil jalan dengan menanggungnya (tunggakan, red.) agar beres,” kata politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu.

Namun, Hendi berpesan warga Rusunawa Kaligawe segera membentuk kepengurusan baru yang mengelola pembayaran tagihan air bersih, dan sebagainya secara tertib dan benar agar permasalahan seperti itu tidak terulang.

“Pesan saya, jika masalah ini selesai tolong segera bentuk kepengurusan baru. Pembayaran apapun harus tertib. Ke depan, saya tidak mau ada masalah seperti ini lagi,” kata orang nomor satu di Kota Semarang itu. (Bj/El)

Advertisements