Home Lintas Jateng Aktivis 98 Gelar Konsolidasi Nasional

Aktivis 98 Gelar Konsolidasi Nasional

Aktivis 98 Gelar Konsolidasi Nasional

Ungaran, 13/2 (BeritaJateng.net)  – Puluhan aktivis 98 yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) menggelar konsolidasi nasional.

Acara temu kangen tersebut, berlangsung selama dua hari, Sabtu – Minggu ( 10 – 11 Februari 2018), di Hotel Kartika Bandungan.

Acara yang diprakarsai oleh Rifai Jamus tersebut , mengusung tema Konsolidasi Liga Nademkra (Nasional, Demokratik, Kerakyatan).

Dalam pers rilisnya, Jamus, mengatakan,
hampir 20 tahun perjalanan, kiprah FPPI sebagai wadah perkumpulan para pemuda di era tahun 98, terus berusaha memberikan sumbang sih dan pemikirannya untuk bangsa ini.

“Ya, konsolidasi ini juga sebagai ajang silaturahmi dan reuni,” kata Jamus, Selasa (13/2/2018).

FPPI merupakan wadah bagi gerakan mahasiswa di luar organisasi kepemudaan dan organisasi intra kampus yang terjalin lewat
komite bermain mahasiswa, sebelum tahun 98.

FPPI mewadahi gerakan mahasiswa dari berbagai kota di Jateng, diantaranya Forum Mahasiswa Sadar Lingkungan (Formasal) Semarang, Semesta Salatiga, Komite Bergerak (Kober) Surakarta dan Ampera Wonosobo.

“Setelah sekian tahun berserak,bergerak dan melangkah diruangnya masing – masing, kini kami berkumpul kembali menyatukan arah gerakan agar tidak terjebak dalam leberalisasi politik yang ada,” ujar Jamus.

Bangunan persekawanan, aktivis FPPI yang kini menyebar di berbagai profesi, baik itu menjadi politisi, pengusaha , LSM maupun wiraswasta, dibangun berdasarkan kepercayaan, sehingga menjadi modal untuk masuk ke ruang-ruang masyarakat, guna membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Membangun rasa dalam politik masyarakat adalah keharusan. Mendidik rakyat dengan pergerakan, mendidik penguasa dengan perlawanan,” tegasnya.

Clearing house (ruang pencerahan), menjadi alat pemersatu kader FPPI, disaat bangsa Indonesia terjebak dalam politik intrik, politik pecah belah dan sentiment agama, juga Indonesia dalam bahaya hoax.

“Persekawanan ini sebagai modal utama untuk menumbuhkan cita,rasa,karsa dan karya. Ini penting, dimana saat ini budaya bangsa Indonesia atas rasa sudah mulai hilang,” tutup Jamus yang didaulat sebagai koordinator konsolidasi rutin kader – kader FPPI Jateng. (El)