Home Headline Aksi Ujuk Rasa Mahasiswa di Jepara Berlangsung Ricuh

Aksi Ujuk Rasa Mahasiswa di Jepara Berlangsung Ricuh

Demonstran terlibat saling dorong dengan petugas
Demonstran terlibat saling dorong dengan petugas
Demonstran terlibat saling dorong dengan petugas

Jepara, 21/5 (beritajateng.net) – Aksi unjuk rasa aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Jepara, di depan Kantor Bupati Jepara berlangsung ricuh, Kamis siang. Puluhan mahasiswa terlibat aksi dorong dengan petugas.

Aksi dorong antara mahasiswa dengan petugas itu terjadi, ketika mahasiswa mencoba memaksa masuk ke Kantor Bupati, untuk berdialog dengan bupati. Namun, petugas gabungan satpol pp dan polisi berusaha menghadang di depan pintu gerbang.

Aksi dorong ini pun berhasil dilerai setelah Setda Pemkab Jepara, Sholih dan Kepala Satpol PP, Trisno Santosa bersedia menemui mahasiswa. Dalam orasinya mahasiswa mendesak kepada Pemkab Jepara agar Perda nomor 3 Tahun 2010 tentang peraturan pasar modern direvisi.

“Kami menemukan pasal-pasal yang termuat dalam perda nomor 3 tahun 2010, adanya pasal siluman atau pesanan dari pemodal. Perda yang seharusnya berpihak terhadap toko-toko kecil tidak terakomodir,” tutur Syaiful Kalim koordinator aksi.

“Seperti pasal 12 tentang perijinan, pasal 13 tentang zonasi, juga pasal 17 tentang hukum pidana tidak berpihak terhadap masyarakat kecil. Yang ada hanyalah rancu, perda ini berpihak kepada investor atau pemodal,” jelas Syaiful.

Lebih lanjut Syaiful menegaskan, PMII cabang Jepara mendesak kepada Pemkab Jepara guna merevisi Perda nomor 3 tahun 2010 tersebut. Selain itu, Pemkab Jepara diminta tegas menutup toko modern atau minimarket yang tidak sesuai dengan Perda.

“Kami mendesak kepada Pemkab Jepara untuk menindak tegas dengan menutup toko-toko modern yang tidak sesuai Perda,” tegas Syaiful.

Aksi unjukrasa puluhan mahasiswa ini berakhir, menyusul pernyataan Kepala Satpol PP Jepara, yang akan menindak tegas toko-toko modern yang tidak sesuai perda.

“Mulai Senin besok, petugas Satpol PP akan menindak tegas dengan menyegel toko modern yang tidak memiliki ijin sesuai Perda,” tegas Trisno Santosa, Kasatpol PP Jepara.

Sejauh ini, keberadaan toko modern seperti minimarket semakin menjamur. Tidak hanya di tengah kota, namun merambah hingga pedesaan, sehingga mematikan keberadaan toko-toko kecil yang lama telah berdiri.(BJ18)