Home News Update Aksi Demo Kritisi Presiden Jokowi Diwarnai Kericuhan

Aksi Demo Kritisi Presiden Jokowi Diwarnai Kericuhan

image
Demo Mahasiswa

Semarang, 20/5 (BeritaJateng.net) – Menyambut Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Himpunan HMI Cabang Semarang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jateng jalan Pahlawan Semarang.

Aksi mahasiswa tersebut sempat terjadi kericuhan dengan awak media. Pasalnya, salah seorang pendemo mengatakan “wartawan goblok”. Tidak terima dengan ucapan itu, sejumlah awak media yang meliput mencari orang tersebut dan awak media menuntut permintaan maaf.

Beruntung aksi tersebut berhasil di redam oleh polisi dan wartawan memaafkan setelah pendemo meminta maaf.

Aat Eska Fahmadi, Ketua Umum HMI Cabang Semarang mengatakan, selain memperingati Harkitnas, aksi demo juga dalam rangka mengkritisi ketidakstabilan ekonomi Indonesia saat ini.

Terkait subsidi pencabutan BBM yang berdalih untuk kepentingan infrastruktur, hanya dinikmati oleh yang mempunyai modal besar/asing. Pencabutan BBM bersubsidi kurang relevan. Sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintahan Presiden Jokowi selama setengah tahun ini.

“Kami berharap upaya penyelamatan institusi hukum dari kelemahannya dalam mengambil kebijakan Pemerintah perlu dikritisi,” ujar Aat di sela-sela aksi orasinya.

Komarudin, sebagai salah satu mahasiswa yang ikut aksi demo di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, menambahkan, aksi mereka merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kami bertindak sebagai lebah untuk menyengat Pemerintah agar bekerja lebih sigap karena kita tahu Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan penuh pro dan kontra. Tidak konsisten dengan niatan awal untuk memberantas korupsi. Masalah BBM dinaikturunkan efeknya signifikan kepada masyarakat sedangkan kestabilan harga bahan pokok itu perlu,” paparnya. (Mg-1)