Home Lintas Jateng Akhirnya Warga Bantaran Sungai Kalireyeng Tempati Rusunawa

Akhirnya Warga Bantaran Sungai Kalireyeng Tempati Rusunawa

Bupati Widya Kandi Susanti saat meresmikan Gedung Hunian Rusunawa yang ada di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal Kota, Senin (15/6).
Bupati Widya Kandi Susanti saat meresmikan Gedung Hunian Rusunawa yang ada di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal Kota, Senin (15/6).
Bupati Widya Kandi Susanti saat meresmikan Gedung Hunian Rusunawa yang ada di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal Kota, Senin (15/6).

Kendal, 15/6 (BeritaJateng.net) – Hunian rumah susun sewa yang ada di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal Kota belum sepenuhnya ditempati warga, lantaran dibeberapa bagian ruang dan blok masih belum sempurna. Seperti yang ada di blok A, sejumlah titik ruang belum dipasang instalasi listrik. Meski begitu, Bupati Widya Kandi Susanti telah meresmikan bangunan tersebut, Senin (15/6).

Bangunan gedung rusunawa kebondalem kendal yang dibangun tahun 2012-2013 dan berada di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 1 hektar ini menghabiskan nilai anggaran sebanyak Rp. 26.932.046.000 dari APBN oleh Dinas Cipta Karya kementerian Pekerjaan Umum.

Bupati Widya Kandi Susanti mengatakan dengan dibangunnya hunian rusunawa ini diharapkan khususnya warga yang semula berada di bantaran sungai dapat menempati hunian rumah susun ini dengan sistem sewa. Selain kondisinya bersih dan nyaman, warga terhindar dari bahaya banjir.

“Manfaatnya sangat banyak jika mereka mau menempati rusunawa ini. Prioritas utama adalah masyarakat yang tinggal di bantaran Kalireyeng, karena selama ini kumuh dan tidak sehat sehingga perlu direlokasi tempat tinggalnya,” ujar Bupati Widya disela-sela usai peresmian Rusunawa tersebut.

Menurutnya, kawasan Kalireyeng yang berada di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal sebelum dirombak menjadi kawasan wisata merupakan tempat kumuh dan banyak dipakai masyarakat sekitar sungai untuk berbagai aktifitas seperti buang air.

“Kawasan Kalireyeng dulunya menjadi sumber penyakit karena kumuh, hal tersebut menyentuh hati saya untuk merombak menjadi kawasan yang bermanfaat agar berguna bagi masyarakat umum,” lanjutnya.

Widya menambahkan, dari dua bangunan rusunawa yang ada, baru satu gedung yang siap ditempati dengan kapasitas 98 Kepala Keluarga, sedangkan untuk bangunan satu lagi akan segera dibuka pendaftarannya.

Kepala Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, M Fauzi mengatakan guna menunjang peningkatan kualitas rusunawa ini pihaknya akan segera membangun sarana dan prasarana seperti pagar keliling yang bakal mengabiskan dana Rp. 400 Juta lebih melalui APBD Kendal.

“Sesuai dengan rencana tahun ini kami akan segera membangun pagar untuk keamanan penghuni rumah susun. Proses lelang pun juga sudah dilakukan, semoga ditahun ini segera dikerjakan dan terealisasi,” ujar Fauzi.

Sementara itu, mengingat kondisi masih ada satu gedung yang kosong dan belum berpenghuni. Kata Fauzi, bakal segera membuka pendaftaran lagi secepatnya. Agar semua gedung benar-benar dapat dimanfaatkan dan ditempati khususnya warga yang berpenghasilan rendah.

Sunandar (65), salah seorang penghuni rumah susun tersebut mengaku senang bisa menempati rumah susun. Bersama istrinya ia menempati ruang di lantai bawah. Sebab, masuk kategori warga disablitas, dirinya mengaku hanya membayar Rp. 113. 500 per bulan. (BJ19)