Home Headline Air Bengawan Solo Diduga Tercemar Lagi, Begini Penjelasan PDAM Blora

Air Bengawan Solo Diduga Tercemar Lagi, Begini Penjelasan PDAM Blora

217
Air Bengawan Solo Diduga Tercemar Kembali

BLORA, 1/7 (BeritaJateng.net) – Sudah dua hari ini, air sungai Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora warnanya kecoklatan dan berbuih.

Diduga mulai tercemar lagi, seperti yang terjadi pada September 2019 lalu, hitam pekat dan berbuih. Menurut warga sekitar setiap air sungai mulai surut, meski terjadi hal yang sama warnanya berubah kecokaltan.

“Ini sudah biasa mas, tiap kali airnya surut, ya kayak gini. Warnanya kecoklatan. Tahun kemarin malah parah lagi, hitam dan baunya menyengat,” ucap Saryono saat mancing (Rabu, 1/7/2020).

Terpisah Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora, Yan Ria Pramono, saat ditemui di kantornya membenarkan hal tersebut.

“Benar mas, sudah dua hari ini warnanya kecoklatan, saya juga sudah cek langsung ke lokasi,” ucap Yan Ria (Rabu, 1/7/2020).

Sebagai pengelola air minum yang mengambil air baku dari sungai bengawan solo, pihaknya merasa dirugikan terutama para pelanggan PDAM di Kabupaten Blora.

Karena untuk mengambil air baku dari sungai bengawan Solo tidak gratis. Harus membayar perkubiknya mencapai 15-17 juta rupiah belum ditambah pajaknya.

“Kalau kita kan pengguna, kita kelola baru kita salurkan ke konsumen. Kalau air bakunya keruh, kita berusaha mengobatinya.” imbuhnya.

Untuk saat ini pihaknya sudah mengatisipasi dengan cairan kimia baru, yakni Coagulant Micerable Alum (CMA), sehingga warna kecoklatan dari sungai Bengawan Solo.

Namun PDAM tetap khawatir, pada musim kemarau ini, terutama dibulan September – Desember disaat air semakin surut, akan lebih keruh lagi.

Selain menyiapkan bahan kimia untuk merubah warna air baku yang keruh menjadi jernih, pihaknya juga membuat sumur resapan dipinggiran sungai bengawan Solo.

PDAM Blora berharap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menindaklanjuti janjinya, saat Pemkab Blora di panggil ke Provinsi tahun lalu,

Adanya sejumlah perusahaan yang membuang limbah disungai tersebut, berjanji memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibuang ke sungai Bengawan Solo.

“Harapan kami sebanyak 142 perusahaan yang ada di hulu sana, yang diberi waktu pak Ganjar hingga September mendatang sudah memperbaiki IPAL nya,” pungkasnya. (Her/El)