Home Headline Ahli Sejarah Belanda Dilibatkan Untuk Susun Dokumen Unesco Kota Lama Semarang

Ahli Sejarah Belanda Dilibatkan Untuk Susun Dokumen Unesco Kota Lama Semarang

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menunjukkan batu bata terpendam yang diduga struktur jalan peninggalan jaman Belanda.
        Semarang, 5/3 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, untuk lebih menyempurnakan, menguak dan menelisik sisi sejarah yang sebenar-benarnya dari Kota Lama Semarang, Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang  akan melibatkan ahli-ahli sejarah dari Belanda untuk menguak catatan sejarah Kota Lama.
        Selain akan diberikan arsip sejarah Kawasan Kota Lama Semarang, Mbak Ita panggilan akrab orang nomor dua di Pemkot Semarang membeberkan,  dua ahli tersebut juga terlibat secara langsung dalam penyusunan kembali dokumen negara yang menceritakan sebenar-benarnya rahasia sejarah dibalik bangunan-bangunan kuno di Kota Lama Semarang.
         “Kalau arsip secara paralel, sekarang sudah berbasis IT, kita butuh dikirim lewat email. Tapi sekarang penyusunan sudah berjalan. Sekitar bulan Maret, akan ada ahli-ahli dari Belanda untuk membantu pendampingan,” tegas Mbak Ita.
         Mbak Ita menyatakan, dengan dilibatkanya ilmuwan-lmuwan sejarah dari Belanda, sejarah termasuk perjalanan jalur perdagangan rempah-rempah dan gula yang sampai saat ini menjadi rahasia akan menjadi terang-benderang.
          “Karena kami mempunyai kebutuhan-kebutuhan historis dari sisi sejarah, bagaimana dari jalur rempah atau gula yang jaman dulu menjadi sejarah bermakna Kawasan Kota Lama,” terangnya.
          Namun demikian, Mbak Ita mengaku jika beberapa ahli sejarah memberikan masukan dan rekomendasi jika Kawasan kota Lama Semarang dijadikan sebagai Kota Cosmopolitan. “Tapi dari beberapa ahli merekomendasikan untuk menjadikan Kota Lama sebagai Cosmopolitan. Jadi untuk bagaimana dikaitkan RPJMD perdagangan dan jasa,” ungkapnya.
         Meski demikian, disisi lain, Mbak Ita menyampaikan jika harapan dari Unesco Kota Lama tidak hanya berbicara soal sejarah jaman dahulu saja. “Unesco mengharapkan tidak hanya jaman Old tapi juga jaman Now. Sehingga harus kita kolaborasikan masa lalu atau Old tapi juga kedepan atau jaman Now. Kebencanaa, perekonomian dan Pariwisata harus beriringan,” terangnya.
          Namun, dengan keberadaan destinasi wisata berkelas dunia bisa menimbulkan dampak postif bagi masyarakat sekitar Kota Lama. Khususnya dampak positif baik dari sisi mitigasi bencana, pariwisata, bisnis dan perdagangan.
          “Apalagi, kemarin dari Pimpinan Unesco dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pak Arif Rahman Hakim menyampaikan itu. Unesco menilai tidak hanya dari bangunan, tapi bagaimana multiplayer efek perekonomian yang ada di Kota Lama menjadi suatu wilayah berdampingan dengan sejarahnya,” pungkasnya. (El)