Home News Update Ada Rombongan Siswa “Gelap” di SD Gayamsari 2 Semarang

Ada Rombongan Siswa “Gelap” di SD Gayamsari 2 Semarang

Semarang, 27/7 (BeritaJateng.net) – Proses pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik (PPD) Kota Semarang, diwarnai beberapa pelanggaran Perwal Nomor 4 Tahun 2015 tentang Sistem dan Tata Cara Penerimaan Peserta Didik di Kota Semarang.

Dari hasil penelusuran tim BeritaJateng.net, salah satu Sekolah Dasar (SD) yakni SD Gayamsari 02 yang berlokasi di jalan Brigjen Sudiarto 140 Semarang telah melakukan pelanggaran dalam penerimaan siswa baru yakni adanya rombongan siswa “gelap” yang menyebabkan kuota siswa melebihi daya tampung atau kapasitas.

Sesuai dengan regulasi PPD Kota Semarang tahun 2016/2017, daya tampung SD Gayamsari 02 adalah 2 rombel atau sebanyak 79 siswa baru, tetapi pada faktanya pihak sekolah justru menerima sebanyak 95 siswa baru.

SD Gayamsari 02 dibagi 2 Rombongan Belajar (Rombel) atau kelas 1 A dan 1 B, masing masing kelas diisi sebanyak 48 siswa dan 47 siswa.

Hasil pengecekan hasil seleksi di web PPD kota Semarang, dari 15 siswa gelap tersebut, ada 12 siswa adalah yang tidak diterima lewat seleksi PPD Kota Semarang, sedangkan yang 3 siswa sama sekali tidak mendaftar PPD Kota Semarang namun terdaftar sebagai murid baru.

Salah satu orang tua murid, Setyo (32) saat dihubungi via phone membenarkan jika kelas 1 diisii 48 siswa anak didik baru.

Setyo mengaku heran karena di sekolah favorite SD Sompok yang sekarang bernama SD Lamper Kidul 02, perkelas hanya diisi 40 siswa saja.

“Kami mempertanyakan kenapa di sekolah anak saya, jumlah siswa di kelas bisa over load dari daya tampung yang seharusnya 40 anak,” tanya Setyo.

“Jelas ini mengganggu konsentrasi anak, saat proses belajar dikelas, jujur sebagai orang tua kami keberatan dengan adanya jumlah anak 48 perkelas,” lanjutnya.

Ketika awak media berusaha menemui kepala sekolah SD Gayamsari dikantornya untuk konfirmasi, disampaikan oleh penjaga sekolah kalau beliaunya tidak ada ditempat.

Sementara itu Ketua LSM Komite Pendidikan Anti Korupsi (KPAK) Jateng, BS Wirawan mengatakan ini adalah pelanggaran berat yang dilakukan oleh pihak sekolah SD Gayamsari 02 Semarang.

“Pihak sekolah sudah melanggar Perwal Semarang Nomor 4 Tahun 2015 dimana sudah diatur jumlah rombel dan daya tampung masing-masing sekolah, untuk Sekolah Dasar jumlah siswa maksimal adalah 40 anak perkelas. Hasil pantauan kami di web SD Gayamsari ternyata setiap tahun pihak sekolah selalu menerima siswa lebih dari daya tampung sekolah,” terangnya. (Bj05)