Home News Update 87 Sekolah di Jateng Siap UN Berbasis Komputer

87 Sekolah di Jateng Siap UN Berbasis Komputer

ujian

Semarang, 10/4 (BeritaJateng.net) – Di Jawa Tengah setidaknya ada 87 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional (UN) berbasis computer atau Computer Based Test (CBT) tahun ini. Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Nur Hadi Amiyanto di Semarang.

“Sekitar 87 sekolah baik dari SMA, SMK, maupun SMP rencananya akan melaksanakan UN CBT (computer based test) tahun ini,” katanya.

Menurutnya, di Jateng pelaksanaan UN CBT dilaksanakan di 10 SMA, 70 SMK dan di SMP ada tujuh sekolah yang ditunjuk melaksanakan UN CBT. Sebanyak 10 SMA di Jateng yang melaksanakan UN CBT tahun ini, antara lain SMA Negeri 3 Surakarta, SMA Regina Pacis Surakarta, SMA Negeri 1 Salatiga, dan SMA Negeri 2 Wonogiri.

Dari SMK, antara lain SMK Texmaco Semarang, SMK Negeri 1 Surakarta, SMK Negeri 2 Surakarta, SMK Negeri 2 Magelang, SMK Satya Persada Magelang, SMK Islam Secang, dan SMK Swadaya Temanggung.

Sementara untuk SMP, yakni SMP Negeri 1 Surakarta, SMP Negeri 4 Surakarta, SMP Negeri 1 Tegal, SMP Negeri 7 Tegal, SMP Negeri 1 Delanggung Klaten, SMP Negeri 1 Wonogiri, dan SMP Negeri 2 Wonogiri.

Nur Hadi mengakui belum seluruh sekolah di Jateng melaksanakan UN CBT karena aspek sarana dan prasarana penunjang yang belum memungkinkan, seperti ketersediaan perangkat komputer untuk UN.

“Sekolah harus memiliki perangkat komputer setidaknya sepertiga dari jumlah siswa peserta UN. Jadi, UN ini bukan ‘online’, namun berbasis komputer atau diistilahkan CBT,” ujarnya.

Berdasarkan data Disdik Jateng, pelaksanaan UN CBT dibagi dalam tiga sesi setiap harinya, yakni sesi I pukul07.30-09.30 WIB, sesi II (10.30-12.30WIB), dan sesi III (14.00-16.00 WIB).

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin mengakui hanya ada satu sekolah di Kota Semarang yang ditunjuk melaksanakan UN CBT pada tahun ini, yakni SMK Texmaco Semarang.

“Sebenarnya, kami mengusulkan sebanyak 10 sekolah. Namun, hanya satu yang dinilai siap oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” imbuhnya.

Dari penilaian Puspendik, pihaknya mengakui ketidaksiapan sekolah kebanyakan dari sarana dan prasarana pendukung, terutama ketersediaan perangkat komputer untuk menunjang pelaksanaan UN CBT.

“Ini menjadi evaluasi kami. Kami berharap agar UN CBT tahun depan bisa diikuti semua sekolah. Makanya, kami segera lakukan evaluasi, di mana kekurangannya, dan sebagainya,” pungkas Bunyamin. (Bj05)