Home Headline 83 Korban Longsor Ditemukan

83 Korban Longsor Ditemukan

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tanah longsor di Banjarnegara. foto: ris/Beritajateng.net

Banjarnegara, 17/12 (Beritajateng.net) – Proses pencarian terhadap korban tanah longsor di Banjarnegara sore ini dihentikan sementara, dan akan dilanjutkan besok. Berdasarkan data posko utama, korban yang berhasil ditemukan hari ini berjumlah 19 korban, sehingga total korban yang berhasil ditemukan sebanyak 83 korban.

Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan, pencarian hari ini berlangsung efektif dan cuaca sangat mendukung. Dalam pencarian Basarnas melibatkan 141 personel rescuer bersertifikat dan berkeahlian khusus. Menurutnya medan pencarian di bencana tanah longsor ini sangat berbahaya. Kondisi tanahnya sangat lembek dan sangat labil.

“Untuk itu, tim dari Basarnas kami tempatkan di garda terdepan. Kami sangat mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja. Safety first dan patuh terhadap prosedur kerja di medan sulit seperti ini,” kata Agus.

Sementara itu, Personel Basarnas yang mengkomandani proses pencarian Nyoto Purwanto mengatakan, hari ini proses evakuasi yang paling sulit ketika mengevakuasi empat korban yang terjebak di dalam mobil, dan satu korban terjepit di bawah mobil.

Saat mengevakuasi empat korban tim harus menggunakan rotary rescue untuk membuat akses dengan membelah kabin mobil. Mobil yang dibelah sudah tak berbentuk, ringsek dan korban terjepit di dalamnya. Proses evakuasi berlangsung selama 2 jam, sejak pukul 07.00 sampai dengan 09.00, pagi tadi.

“Lalu, setelah ke-empat korban berhasil terevakuasi, kami menyemprotkan air ke sekitar badan mobil avanza yang masih baru itu. Ternyata di bawah mobil terlihat ada satu korban lagi. Kami berusaha keras sekali untuk bisa mengevakuasi korban itu. Kami terus menggali dan menyemprotkan air ke sekitar mobil menggunakan alkon penyemprot air. Sekaligus mencari, siapa tau ada korban lagi,” papar Nyoto.

Korban baru bisa dievakuasi sore harinya sekitar pukul 17.00, setelah tanah dan material longsor yang menimbun bisa disingkirkan semuanya dan menarik mobil tersebut. Bangkai mobil berhasil ditarik dengan menggunakan kamlong atau katrol. Menurut Nyoto, proses evakuasi sewaktu waktu akan dihentikan manakala cuaca tiba tiba hujan. Lalu, hari sudah gelap. Ketika penglihatan rescuer sudah redup, atau maksimal sekitar pukul 17.30. (ris/pj)

Advertisements