Home News Update 600 Guru TK Pecahkan Rekor MURI Menggambar Diatas Talenan Kayu

600 Guru TK Pecahkan Rekor MURI Menggambar Diatas Talenan Kayu

P_20150606_122349

Semarang, 6/6 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 600 guru Taman Kanak-kanak (TK) dari enam kabupaten/kota se Eks Karesidenan Semarang secara serentak menciptakan Rekor MURI baru menggambar diatas Talenan Kayu menggunakan pensil warna Color Wizz, Sabtu (6/6) pagi.

Berlokasi di Halaman Kantor Gubernur Jateng, acara Pemecahan Rekor MURI di buka oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Tampak ratusan guru TK berkreasi menuangkan kreativitasnya diatas media talenan kayu.

P_20150606_121915

Ketua Panitia Acara, Arum Purwanti mengatakan, kegiatan Pemecahan Rekor MURI kali ini merupakan rangkaian acara memperingati HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke 65 tahun yang jatuh pada 22 Mei lalu.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru TK dalam membentuk karakter anak menuju PAUD berkualitas dengan melibatkan orang tua,” ungkap Arum yang juga merupakan Ketua IGTKI se Eks Karesidenan Semarang.

Menurutnya, ide mengapa menggunakan talenan kayu dalam menggambar adalah karena talenan sudah familiar bagi kebanyakan orang.

“Kebanyakan guru TK itu perempuan, dan talenan itu biasa di jumpai mereka. Terlebih lagi, jika biasanya menggambar itu menggunakan media kertas, uniknya kali ini yang di gunakan Talenan kayu,” paparnya.

Ia menjelaskan, dari 600 peserta yang mengikuti acara, tim juri akan menyeleksi kab/kota dan diambil 5 pemenang perkabupaten/kota, sedangkan khusus Kota Semarang diambil 7 pemenang. Selanjutnya di kerucutkan kembali menjadi tiga terbaik yang akan menerima piala Walikota Semarang, Dinas Pendidikan dan IGTKI.

Senior Manager MURI, Paulus Pangka Mengatakan, hari ini, Sabtu (6/6) Museum Rekor MURI Indonesia menyatakan jika sebanyak 600 guru TK dari 6 Kab/Kota se Eks Karesidenan Semarang telah menciptakan rekor baru Menggambar Diatas Talenan Kayu menggunakan pensil warna Color Wizz dengan urutan rekor 6972 dengan kriteria Superlatif.

“Ini layak di catat MURI, karena bukan pemecahan Rekor tapi menciptakan Rekor baru, yang tujuannya pencatatan rekor ini untuk meningkatkan kreativitas pendidik,” ungkap Paulus.

Sementara itu, istri orang nomor satu di Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi atau yang akrab di sapa Tia ini mengapresiasi gelaran pemecahan rekor MURI yang melibatkan pendidik-pendidik Taman Kanak-kanak di Kota Semarang.

“Saya sangat mengapresisi kegiatan kali ini selain menjadi ajang komunikasi, silaturahmi dan uji kreativitas dan kompetensi pendidik. Ini juga jadi hal yang unik karena yang berlomba justru pendidik bukan murid-muridnya,” papar Tia yang juga di nobatkan Ibu TK Semarang

Ia berharap, kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin, karena bukan hanya memiliki manfaat yang kecil, namun juga mampu menjadi ajang tukar menukar informasi, wawasan dan ilmu bagi pendidik taman kanak kanak di Semarang. (Bj05)