Home News Update 6.885.170 Orang Diprediksi Mudik Lebaran

6.885.170 Orang Diprediksi Mudik Lebaran

mudik lebaran

Semarang, 16/6 (BeritaJateng.net) – Setiap tahun, jumlah pemudik lebaran selalu mengalami peningkatan, sementara moda transportasi pengangkut tidak mengalami penambahan. Sehingga kemacetan di jalan juga terus terjadi meski rekayasa jalan terus dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Untung Srinanto dari Kementerian Perhubungan RI dalam Seminar Nasional Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2015 yang diselenggaran Forum Wartawan Pemprov & DPRD Jateng, Selasa (6/6).

Untung memprediksikan, untuk lebaran 2015 ini, sebanyak 6.885.170 orang akan mudik pada tahun ini. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 7 persen dari tahun sebelumnya.

“Karena selalu mengalami kenaikan, maka kami harapkan Polisi, Dishub dan lainnya untuk melakukan pengaturan intensif khususnya pantura dan selatan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kecelakaan dan kemacetan, pihaknya juga terus mendorong pemerintah provinsi dan pemkab/pemkot untuk menyelesaikan project-project jalan yang masih dalam pengerjaan.

“Dan yang lebih penting lagi bagaimana pengaturan pasar tumpah yang selama ini menjadi sumber kemacetan di jalan. Petugas di lapangan harus tegas karena jalan nasional dan jalan provinsi dilarang untuk jualan, dan pengamanan di jalur kereta di perlintasan sebidang harus ditambah pengamanannya,” tandas Untung.

Selain itu, pihaknya juga mengatur kendaraan berat untuk tidak melaju di jalan selama mudik lebaran yang diatur mulai H-4 dan H-7 sampai H+7 jembatan timbang difungsikan untuk rest area dan pihaknya juga akan melakukan pengawasan tarif secara melekat.

“Salah satunya adalah seluruh moda transportasi harus menempelkan daftar tarif lebaran,” tambahnya.

Sementara itu, Hadi Santoso anggota komisi D DPRD Jateng menyatakan bahwa persoalan mudik identik dengan persoalan infrastruktur jalan yang tidak kunjung selesai.

“Hingga saat ini masih ada 137 titik yang sudah selesai tapi belum sempurna, di pantura 87 titik. Mudah-mudahan dari Kementrian bisa melakukan kroscek sebelum jalan tersebut dipergunakan untuk mudik,” ujar Hadi.

Selain itu lanjut Hadi, pengalaman yang sudah-sudah, posko mudik atau rest area terkesan hanya formalitas, untuk itu pihaknya berharap masing-masing pihak untuk mendirikan rest area yang nyaman dan asri.

“Sehingga dengan rest area yang nyaman, membuat pemudik ingin mampir. Untuk itu tingkat kecelakaan akan bisa ditekan,” tambahnya. (BJ)