Home Hukum dan Kriminal Melawan Petugas, Pelaku Pencurian Ditembak

Melawan Petugas, Pelaku Pencurian Ditembak

Semarang, 08/12 (BeritaJateng.net) – Dengan kawalan petugas, Kudarsih alias Bacin, warga Bandarhardjo Semarang Utara, digelandang ke Mapolrestabes Semarang, petugas terpaksa menembak kaki pelaku karena berusaha melawan saat ditangkap, Bacin diketahui sebagai pelaku pencurian, dengan sasaran rumah rumah kosong.

Dari rekaman kamera CCTV, pelaku Kudarsih bersama temannya HK yang saat ini masih buron, menyamar sebagai tukang servis elektronik atau AC. Kebanyakan rumah yang dijadikan sasaran kejahatan, adalah rumah yang ditinggal pemiliknya bekerja dan hanya pembantu rumah tangga saja.

Dari pengakuan Kudarsih, diketahui bahwa mereka selalu melakukan pengawasan beberapa hari di sekitar lokasi rumah yang akan mereka satroni. Mereka mempelajari keadaan rumah, sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi pencurian atau tidak di rumah yang menjadi sasaran.

“Saya pelajari dulu kondisi rumah dan sekitar rumah sebelum memutuskan apakah akan kami masuki,” jelas Kudarsih.

Selain pelaku, polisi juga berhasil menangkap Marsen Sugiono, warga Sumowage, Kabupaten Semarang, penadah barang hasil curian Kudarsih alias Bacin. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, didapat informasi bahwa pelaku sudah melakukan aksi di lima belas lokasi yang berbeda di Kota Semarang, selama dua bulan ini.

Kapolrestabes Semarang,Kombes Abiyoso sedang menanyai pelaku.
Kapolrestabes Semarang,Kombes Abiyoso sedang menanyai pelaku.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengungkapkan, bahwa pihaknya sedang memburu satu pelaku lain. Usai mengamankan Marsen penadah barang curian itu. ”Anggota sedang mengejar satu pelaku lagi, semoga cepat tertangkap. Kelompok ini cukup meresahkan warga, jadi harus tertangkap,” ungkap Abiyoso.

Ikut diamankan, sejumlah barang bukti hasil curian dan alat yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. Atas perbuatannya, pelaku Kudarsih. Kudarsih kini mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang dan dijerat pasal 365 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (BJ/NG)