Home Lintas Jateng 39 Bangunan Dirobohkan Untuk Perluasan Parkir Stasiun Besar Cepu

39 Bangunan Dirobohkan Untuk Perluasan Parkir Stasiun Besar Cepu

image

Blora, (2/4) (Beritajateng.net)-Pada lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) depan stasiun Besar Cepu terdapat 39 bangunan berupa kios, warung, dan rumah tinggal ditertibkan untuk pengembangan kawasan parkir Stasiun Besar Cepu.Tampak sebagian warga masih sibuk merobohkan bangunan dibantu petugas dari PT KAI. Sebagian warga lain membersihkan sisa bangunan setelah dirobohkan.

Dengan menerjunkan 30 personel pasukan pengaman dibantu aparat keamanan Kecamatan Cepu,  mengawal jalannya penertiban supaya terlaksana dengan kondusif. Beruntung, saat itu tidak terjadi gejolak dari warga setempat.

Eman Sulaiman, Senior Manajer Asset, PT KAI DAOP IV Semarang, menjelaskan, saat ini adalah batas akhir bagi warga untuk membersihkan bangunan. “Kami sengaja menerjunkan personel keamanan dibantu dengan aparat keamanan dari Kecamatan Cepu, untuk mengantisipasi terjadinya gejolak,” kata dia saat berada di lokasi yang juga mengaku saat itu adalah paling kondusif.

Menurut Eman, lahan yang ditempati warga adalah milik negara yang menjadi aset PT KAI. “Karena banyaknya bangunan maka harus ditertibkan. Hal itu dilakukan untuk pengembangan kawasan parkir stasiun,” kata dia.

Pihaknya menegaskan, tidak ada santunan apapun dari PT KAI kepada warga, “Kita tidak ada santunan seperti itu,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai perlakuan sisa bangunan yang masih berdiri pada lahan PT KAI, dirinya menjelaskan, bahwa nantinya akan dilakukan penertiban administrasi berupa kontrak, “Kalau ada bangunan berdiri, harus punya kontrak dengan PT KAI,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada lahan PT KAI masih banyak bangunan berdiri belum tersentuh penertiban. Namun, pada saat itu hanya 23 bangunan rumah tinggal dan warung di ratakan dengan tanah dan 16 bangunan sudah dirobohkan oleh warga satu bulan sebelumnya.

Eman melanjutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak warga untuk berembug terkait dengan rencana penempatan lahan secara kontrak. “Segera dilakukan pengumpulan data untuk melakukan tertib adminsitrasi,”ungkapnnya. (BJ31)