Home Nasional Danlanal : Pengamanan Pemulangan Eks Anggota Gafatar Dikoordinasi TNI dan Polri

Danlanal : Pengamanan Pemulangan Eks Anggota Gafatar Dikoordinasi TNI dan Polri

794

Semarang, 25/1 (BeritaJateng.net) – Kolonel Laut (P) Elka Setyawan selaku Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Semarang menyatakan telah berkoordinasi dengan institusi lain seperti Polri dan TNI terkait pengamanan eks Gafatar yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang hari ini.

“Setelah KRI merapat di Tanjung Mas, kita kumpulkan dulu ke tempat yang disediakan. Kemudian akan dilakukan cek kesehatan, karena sebelum berangkat sudah ada yang sakit,” ungkap Elka kepada BeritaJateng.net, di Dermaga Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Selasa (25/1) pagi.

Terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menghimbau kepada anggotanya yang dilapangan untuk tidak terlalu memberikan tekanan kepada para eks Gafatar.

Sebab, menurutnya operasi pengamanan ini merupakan operasi pengamanan kemanusiaan. Sehingga harus mengedepankan kemanusiaan dalam bertugas.

“Ini kan pengamanan kemanusiaan, saudara kita kebetulan salah satu penganut ajaran tidak sesuai dengan Pancasila. Dia dalam situasi tertekan. Saat di penampungan disana juga seperti itu. Sampai sini harus kita perlakukan manusiawi lah,” kata Burhanudin.

Sedianya, pemulangan eks Gafatar yang menumpang KM Teluk Gili Manuk milik TNI AL ini tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang minggu (24/1) kemarin. Namun, informasi terbaru menyebutkan baru tiba di Semarang hari Senin (25/1) pagi ini.

“Rencanaya dari Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat berencana dari Pelabuhan Pontianak dengan Kapal Teluk Gili Manuk membawa eks Gafatar sebanyak 375. Menempuh perjalanan sekitar 40 jam lebih,” imbuhnya.

Soal dari siapa saja dan daerah mana asal 375 eks Gafatar tersebut, Burhanudin tidak berani memastikan. Pasalnya, beberapa identitas yang terkait dengan manifes penumpang kapal tidak disebutkan.

Hal ini terjadi karena banyak kartu identitas seperti KTP para eks Gafatar ini hilang di base camp mereka. Baik hilang karena ikut terbakar beserta rumahnya maupun hilang entah kemana.

“Terdeteksi tapi alamat jelas belum kami dapatkan. Soalnya banyak KTP yang hilang, ikut kebakar bersama rumah mereka dan ketinggalan saat di camp di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat,” pungkas Burhanudin (Bjt02)