Home Lintas Jateng 35 Ribu e-KTP Warga Solo Belum Dicetak

35 Ribu e-KTP Warga Solo Belum Dicetak

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

 

Solo, 14/11 (Beritajateng.net) – Sebanyak 35.000 kartu tanda penduduk Elektronik (KTP El) belum dicetak oleh Pemerintah Pusat, keterlambatan ini dikarenakan blanko pencetakan masih dalam proses lelang, kata Kepala Dispendukcapil Pemkot Surakarta Suwarto.

Kewenangan proses pencetakan KTP El berada di tangan Pemerintah Pusat. Hal ini artinya Pemerintah Kabupaten/Kota hanya sebatas melakukan rekam data tanpa pencetakan, kata Kepala Dispendukcapil Pemkot Surakarta Suwarto kepada wartawan di Solo, Jumat.

“Ya dari tahun 2011 hingga saat ini, ada 35.000 KTP El yang belum dicetak. Kami pun sudah sering menanyakan hal itu. Tapi informasi yang kami dapat, saat ini pengadaan blanko baru memasuki tahap lelang,” katanya.

Ia mengatakan dengan adanya penumpukan tersebut, pihaknya berharap pelimpahan kewenangan dalam hal pencetakan KTP El bisa dilakukan secepatnya. Apalagi, sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2014. Aturan itu menjelaskan mengenai pelimpahan pencetakan ke daerah.

“Selama ini wajib KTP El melakukan perekaman data diteruskan ke Dispendukcapil. Kami pun mengirimkan data input ke Pemerintah Pusat. Kalau sudah diverifikasi, data itu akan dikembalikan ke kami dan pencetakan dilakukan di Pemerintah Pusat. Jika memang pencetakan KTP El dilakukan di Pemkab/ Pemkot, maka akan lebih mempersingkat proses pembuatannya,” katanya.

Ia mengatakan jika hal itu terlaksana, maka pembuatan KTP El hanya memakan waktu sehari. Pertimbangannya, pencetakan KTP El memerlukan waktu empat hingga lima menit. Selebihnya digunakan untuk rekam data dan input ke database.

Disinggung mengenai informasi menghentikan rekam data KTP El, Suwarto mengatakan masih menunggu surat resmi. Saat ini, belum ada instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Kami menunggu surat resmi. Oleh karena itu, kami tetap melayani warga yang ingin melakukan perekaman data,” katanya.

Ia mengatakan dalam perekaman data, Pemkot mendapatkan bantuan alat dari Pemerintah Pusat sebanyak 12 unit. Namun, saat ini ada alat di bagian iris mata dan kamera yang rusak sehingga tidak bisa digunakan.

Dikatakan selain masalah pencetakan KTP El, pihaknya juga masih melakukan kendala dalam rekam data. Tercatat sekitar 18.000 wajib KTP El belum melakukan rekam data. Guna mempercepat perekaman, pihaknya mengunjungi SMA/ SMK di Solo.

“Ya kami jemput bola dengan mendatangi SMA/ SMK dan melakukan rekam data para siswa. Kemarin baru ke sekolah negeri, selanjutnya yang akan kami kunjungi adalah sekolah swasta,” katanya.(ant/pj)

 

 

 

Advertisements