Home News Update 300 Anak Panti Asuhan Se Kota Semarang Ikuti Peringatan Nuzulul Qur’an di...

300 Anak Panti Asuhan Se Kota Semarang Ikuti Peringatan Nuzulul Qur’an di Balairung UPGRIS

Foto0760

Semarang, 7/7 (BeritaJateng.net) – PGRI Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Huda dan Balairung UPGRIS, Selasa (7/7) pagi.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini dibagi menjadi dua segmen acara yaitu bersenang-senang dengan anak yatim. Mereka akan belajar sambil bermain, sudah disiapkan alat-alatnya ada white board, spidol dan balon.

Anak-anak tersebut kemudian diajak bernyanyi Lagu Laskar Pelagi, melukis, menempel harapan dan cita-cita pada balon yang telah disiapkan, balon-balon tersebut selanjutnya dilepas dan diterbangkan sebagai upaya mereka untuk berkomitmen meraihnya.

Bukan hanya itu, kegiatan juga dilakukan di Balairung untuk bersama-sama mendengarkan tausiah dari Prof. Dr. H. Suparman Syukur (Dosen UIN Walisongo Semarang) dengan tema “Revolusi Mental dalam Al Qur’an Membangun Kesalehan Total”.

Panitia Penyelenggara, Dra. Sri Suciati, M. Hum menjelaskan anak-anak biasanya belajar secara konvensional. “Di sini kami tidak menggunakan sistem tersebut melainkan lebih menekankan kepada metode bermain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suci juga memaparkan bahwa para anak yatim juga akan mendapat santunan, pesertanya mengundang dari 30 panti asuhan se-Kota Semarang dan sekitarnya, totalnya sekitar 300 anak.

“Cita-cita menjadi hak semua orang, termasuk anak yatim. Anak yatim juga berhak meraih cita-citanya dengan cara yang baik, semua jalan terbentang di depannya,” ujar Suci yang juga merupakan Wakil Rektor I Bidang Akademik UPGRIS.

Manfaat dari kegiatan ini, memberikan penguatan kepada anak-anak yatim, mereka berhak meraih cita-citanya sehingga perlu didukung agar lebih percaya diri.

“Selain itu dalam rangka Dies Natalis UPGRIS yang ke 34 tema besarnya UPGRIS Berbagi, oleh karena itu berbagi bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan berbagi kita akan memperoleh keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak harus dalam bentuk harta, bisa berupa ilmu dan keberkahan di bulan suci Ramadhan,” imbuh Sri Suciati saat persiapan pembukaan acara.

Dr. Listyaning Sumardiyani, M. Hum bertindak sebagai penyelenggara acara pun menambahkan ini merupakan sarana untuk berbagi dan memberi makna bagi siapapun terutama yang terlibat dalam peringatan Nuzulul Qur’an. Menciptakan semangat positif bagi anak yatim meskipun hidup di panti bisa membuktikan bahwa mereka mampu.

“UKM UKKI dan Annisa sangat membantu dalam kegiatan-kegiatan seperti ini, disamping itu mereka juga memiliki program-program yang sangat bagus. Berkaitan dengan kepedulian, secara umum bagaimana mereka melakukan kegiatan mentoring,” jelasnya.

Reka Nurul Azmi dari Panti Asuhan Baitussalam mengaku senang mengikuti kegiatan di UPGRIS karena bertemu banyak teman panti lain. “Dapat sebingkis roti, pembelajarannya asik ada permainan. Tahu bagaimana caranya fokus dan konsentrasi,” ujarnya. (BJT01)