Home Ekbis 25 Ribu Hektar Lahan Dipastikan Tidak Dialih Fungsikan

25 Ribu Hektar Lahan Dipastikan Tidak Dialih Fungsikan

semprot padi

Jepara, 28/02 (Beritajateng.net)– Gencarnya investasi di beberapa bidang di Jepara mengancam lahan pertanian yang ada. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menjamin Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tak disentuh.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jepara Wasiyanto menerangkan, luas total LP2B di Jepara seluas 25 ribu hektare dari keseluruhan luas sawah di Jepara sebanyak 32 ribu hektare. Luas LP2B tersebut termasuk Sawah Pengairan Teknis (SPT) maupun sawah lestari.

“LP2B sudah dipatenkan tidak bisa dialihfungsikan menjadi usaha lainnya. Luas 25 hektare harus tetap selalu menjadi lahan untuk menanam padi. Hal ini sesuai dengan instruksi pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Jawa tengah,” terang Wasiyanto.

Kepastian luas lahan tersebut masih tetap dalam peruntukannya sebagai penyangga pangan berdasarkan survei terakhir pada akhir 2014 lalu. Wasiyanto mengakui, di Jepara memang banyak dilakukan proses alih fungsi lahan. Hal ini tidak lepas dari kebijakan Pemkab Jepara yang pembukaan lahan investasi yang selebar-lebarnya.

“Konsekuensinya, memang banyak lahan pertanian yang beralih fungsi. Tapi kami menjamin jika LP2B tidak tersentuh. Sebab ditingkat daerah, lahan pertanian yang diperbolehkan untuk dialihfungsikan sudah terangkum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” tandasnya.

Pihaknya menegaskan akan tetap mempertahankan luas LP2B. Bahkan jika memungkinkan akan menambahnya. Hal ini tak lepas dari target nasional swasembada pangan 2017 dan target panen tahun ini. (BJ18)