Home Headline Polda Jateng Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Lintas Pulau

Polda Jateng Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Lintas Pulau

image
Tersangka diamakan polis

Semarang, 23/5 (Beritajateng.net) – Tiga tersangka sindikat jaringan Perdagangan Orang Nusa Tenggara Timur (NTT) – Semarang dibongkar petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Tengah.

Tersangka yakni dua perempuan bernama Adriana Herlina Mawo dan Yuliana Jati serta satu laki-laki bernama  Pelipus B Damma Ngaku. Mereka dibawa ke markas Dit Reskrimum hari Jumat (22/5) malam setelah dijemput langsung dari Sumba Barat, NTT.

Kepala Sub Direktorat IV Renata Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah, AKBP Susilowati mengatakan pihaknya telah melakukan penangkapan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan Nusa Tenggara Timur (NTT) – Semarang. 

“Ada tiga orang. Dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka sponsor dan perekrut,” katanya.

Susilowati menambahkan, kasus tersebut terbongkar ketika ada puluhan calon TKI asal Sumba kabur dari Balai Latihan Kerja PT Graha Indra Wahana (PT GIP) yang diketahui sebelumnya pernah terjadi di Jalan Sri Rejeki nomor 30 Semarang. Dimana pada waktu itu juga terjadi calon tenaga kerja kabur tanggal 27 dan 28 September 2014 lalu dengan cara memanjat pagar dan langsung menuju Mapolsek Semarang Barat.

“Jadi ini pengembangan kasus dari balai pelatihan kerja yang ada di Semarang,” imbuhnya.

Kasus tersebut bisa terungkap berdasarkan pengakuan calon TKI yang kabur, bahwa mereka semua kecewa karena tidak diberangkatkan sesuai rencana dengan negara tujuan Malaysia. Sedangkan data-data mereka dimanipulasi terutama masalah umur. Rata-rata yang berusia belasan tahun usianya di naikkan menjadi 21 tahun dalam dokumen  agar memenuhi syarat menjadi TKI di luar negeri.

Selain tiga tersangka yang diamankan kemarin malam, ada dua tersangka yang sudah dibekuk sebelumnya. Mereka adalah Sutadie Lie (58) selaku Direktur PT GIP Semarang. Tersangka kedua adalah Budianto (47) selaku Kepala Cabang PT GIP Kupang. Keduanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jateng dan sekarang mendekam di Lapas Kedungpane Semarang.

Lebih lanjut Susilowati menjelaskan penangkapan yang dilakukan tersebut sebelumnya sudah melakukan penyelidikan di Sumba selama sepekan. Lokasi yang ditempuh pun melawati jalan utama yang membelah hutan.

“Kami lakukan penyelidikan selama tiga hari. Anggota juga sampai tidak tidur untuk memastikan tersangka tidak kemana-mana,” tuturnya.

Ketika ditanya ada tersangka lain Susilowati pihaknya tetap melakukan penyelidiki kasus itu karena kejahatan yang dilakukan menyangkut manusia.

“Permasalahan dari hulu hilirnya  sudah, tapi kemungkinan masih pengembangan,” tandasnya.

Dalam penangkapan Tim juga berkoordinasi dengan pemangku wilayah termasuk antar Gubernur dan petinggi Polda di dua wilayah. Kapolres setempat juga ikut turun langsung agar bisa mengendalikan situasi dengan kedekatan bahasa karena sempat ada penolakan dari pihak keluarga tersangka.

Para tersangka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 4, Pasal 6, Pasal 11 UU nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp 600 juta. Selain itu mereka dijerat pasal 88 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan atau denda maksimal 200 juta.

Pasal lainnya yang dijeratkan adalah pasal 103 huruf c UU nomor 39 tahun 2009 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjada dan atau denda maksimal Rp 5 miliar.

Rencananya tiga tersangka tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah hari Senin (25/5) mendatang untuk proses hukum selanjutnya.(BJ04)