Home Lintas Jateng 24 Jam, 6 Rumah Warga Ludes Terbakar

24 Jam, 6 Rumah Warga Ludes Terbakar

Rumah milik keluarga Saroji terlihat ludes terbakar, yang diduga akibat korsleting listrik, Rabu malam kemarin. 
Rumah milik keluarga Saroji terlihat ludes terbakar, yang diduga akibat korsleting listrik, Rabu malam kemarin. 
Rumah milik keluarga Saroji terlihat ludes terbakar, yang diduga akibat korsleting listrik, Rabu malam kemarin.

Kendal, 11/6 (BeritaJateng.net) – Setidaknya selama 24 jam, peristiwa kebakaran terjadi menimpa 6 rumah warga di wilayah Kecamatan Kaliwungu Kendal. Sejak Rabu (10/6) hingga Kamis (11/6) ada sebanyak 6 rumah milik warga di tempat yang berbeda ludes terbakar.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Rabu (10/6) siang rumah milik dua orang warga desa Mororejo terbakar, malam harinya menyusul tiga rumah milik Saroji, Sinwan (Adik Saroji-RED) dan Mustofa (Anak Saroji-RED) warga RT 03 RW 02 Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan ludes terbakar setelah dilalap sijago merah.

Berdasarkan informasi yang didapat, kebakaran yang menimpa rumah Saroji diduga akibat adanya korsleting listrik. Pemilik rumah sempat mendengar bunyi ledakan dari atap dan melihat api sudah menjalar ke seluruh rumah. Beruntung kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.

Sedangkan rumah Sidwan dan Mustofa ikut terbakar, dikarenakan hembusan angin serta posisi rumah saling berhimpitan dan terbuat dari papan kayu memudahkan api cepat membakar rumah mereka, Rabu (10/6) malam itu.

Awalnya, Sahroji yang masih berada didepan rumah hendak pergi ke sebuah acara pengajian. Namun baru menginjakkan kaki sampai di depan halaman rumah, dirinya mendengar suara ledakan diatas atap rumahnya. Seketika ia langsung masuk kedalam rumah, dilihat atap rumahnya, api sudah berkobar dan membakar seluruh ruangan.

“Saya saat itu sedang di depan rumah, anak dan istri sudah berangkat pengajian. Tiba-tiba saya mendengar suara ledakan dari dalam rumah, kemudian saya masuk api sudah membesar di atas,” jelas Saroji.

Pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan barang berharga miliknya, kecuali sepeda motor yang ada di depan rumah berhasil di selamatkan. Kemudian, warga yang melihat api sudah membesar, berupaya memadamkan api dan merobohkan rumah Saroji agar tidak merambat ke rumah lainnya.

Satu mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  unit 5 Kaliwungu yang datang ke lokasi kejadian berhasil menjinakan api, setengah jam kemudian. Hingga berita ini diturunkan, pihak polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan pemilik rumah, guna memastikan penyebab kebakaran.

Sementara itu, untuk yang ketiga kalinya kejadian serupa menimpa rumah milik Salmiah di Dukuh Balun RT 02 RW 02 Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu Kendal, Kamis (11/6) kemarin pagi. Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang ditinggal dalam keadaan menyala di dalam rumah.

Salminah meninggalkan rumah tanpa menyadari obat nyamuk menyala dan membakar kasur yang berada diatasnya. “Obat nyamuknya saya nyalakan malam hari, biasanya kalau pagi sudah mati karena habis, jadi tidak saya cek,” katanya.

Pemilik rumah kemudian meninggalkan rumah untuk bekerja, dan mengetahui rumahnya terbakar dari tetangga yang berteriak meminta tolong. Menurut saksi di lokasi kejadian, Nadirin menuturkan awalnya mendengar bunyi pletok-pletok dari bagian belakang rumah Salminah.

“Saya curiga lalu lihat dari celah rumah api sudah membakar kasur dan membesar hingga keatas,” ujar Nadirin tetangga korban.

Nadirin kemudian mendobrak pintu belakang dan berteriak meminta tolong. Warga kemudian berduyun-duyun memadamkan api dengan alat seadanya. Selang beberapa jam kemudian, dua unit pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian hanya melakukan pengecekan, sebab api sudah berhasil dipadamkan oleh warga.

Kapolsek Kaliwungu AKP Setya Nugraha ketika dikonfirmasi menghimbau supaya warga selalu waspada dan senantiasa menjaga perabotan rumah. Beliau juga memerintahkan para Binmas untuk melakukan sosialisasi dan memberikan pengarahan kepada masyarakat, agar waspada serta mencegah secara dini kebakaran.

“Jika ingin meninggalkan rumah, mohon agar warga berhati-hati. Selain itu, pastikan seluruh perabotan rumah tangga seperti kompor gas, listrik dan obat nyamuk dimatikan. Terlebih memasuki musim kemarau saat ini,” tandasnya. (BJ19)