Home Nasional 23 Pembakar Hutan dan Lahan di Sumatra dan Kalimantan Ditetapkan Tersangka

23 Pembakar Hutan dan Lahan di Sumatra dan Kalimantan Ditetapkan Tersangka

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, 4/7 (BeritaJateng.net) – Beberapa oknum pelaku pembakaran hutan dan lahan telah berhasil diringkus petugas kepolisian. “Satgas penegakan hukum berhasil menangkap pembakar dimana 23 orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui rilisnya, Sabtu (4/7).

Menurutnya, memasuki musim kemarau yang akan berlangsung hingga November 2015 mendatang, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan akan makin meningkat. Kondisi ini membuat bencana asap dampak dari karhutla akan meningkat pula jika tidak diantisipasi dengan baik.

Berdasarkan pantauan satelit Modis di Sumatera pada Jumat (3/7) kemarin, terdapat 203 hotspot yang tersebar di beberapa wilayah seperti di Sumatra Selatan 71, Jambi 37, Sumbar 24, Riau 23, Sumut 23, Sumsel 9, Lampung 14, Bangka Belitung 4, Aceh 3, Bengkulu 3, dan Kepri 1 spot tempat.

Menurutnya, dampak kebakaran hutan dan lahan sudah dirasakan masyarakat. Seperti yang di laporkan pada Sabtu pagi, Dumai tertutup asap dengan jarak pandang 1 km. Kualitas udara yang terpantau dari indeks standard pencemaran udara (ISPU) juga menurun. Di Pekanbaru, Rumbai, Minas, Duri, Dumai, dan Petapahan ISPUnya tergolong sedang.

“Upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan. Gubernur dan Bupati sebagai penanggung jawab penanganan karhutla di daerahnya dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada berupaya semaksimal mungkin, Pemerintah Pusat juga turut mendukung upaya Pemda,” katanya.

Bukan hanya itu, di Riau, BPPT, BNPB dan TNI AU terus melakukan operasi hujan buatan sejak 22 Juni 2015 lalu hingga sekarang. “Total sudah sembilan kali penerbangan dengan pesawat CN 295 TNI dilakukan menaburkan 18,8 ton garam bahan semai ke dalam awan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Satgas di darat dari TNI, Manggala Agni, BPBD, SKPD, relawan, dunia usaha dan masyarakat juga memadam api, baik di lahan maupun di kawasan kawasan hutan.

“Ada 1.352 hektar lahan yang terbakar yaitu 326 hektar di lahan non hutan dan 1.026 hektar lahan di kawasan hutan yang terbakar. Seluas 819 hektar berhasil dipadamkan sedangkan 533 hektar belum dapat dipadamkan,” ungkapnya.

Dari 1.026 hektar kawasan hutan yang terbakar terdapat di Area Penggunaan Lain (APL) 826 hektar, hutan produksi 181 hektar, Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil 11 hektar, dan area lainnya. Manggala Agni sebagian berhasil memadamkan api. (Bj)