Home DPRD Kota Semarang 2017, Semua Warga Miskin Di Semarang Jadi Peserta BPJS

2017, Semua Warga Miskin Di Semarang Jadi Peserta BPJS

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberi sambutan saat Paripurna DPRD Kota Semarang.

Semarang, 9/11 (BeritaJateng.net) – Tahun 2017, sebanyak 136 ribu warga miskin di Kota Semarang akan dimasukkan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD Kota Semarang. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di kelas tiga di rumah sakit mitra BPJS.

Demikian yang terungkap dalam rapat Komisi D DPRD Kota Semarang bersama dengan BPJS Kesehatan Cabang Semarang, yang dihadiri 21 rumah sakit mitra di gedung DPRD Kota Semarang, Selasa (8/11).

Menurut Wakil Ketua Komisi D, Anang Budi Utomo, warga miskin yang akan menjadi peserta BPJS tersebut adalah mereka yang selama ini belum tercover PBI Jaminan Kesehatan Masyarakat Kota (Jamkesmaskot) maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Untuk biaya, dewan akan menganggarkan di APBD Murni 2017.

Namun, Anang menjelaskan bahwa proses menjadi peserta BPJS bagi warga miskin tersebut akan dilakukan secara bertahap atau secara langsung. Pihaknya harus melakukan kajian terlebih dahulu agar warga Semarang yang rawan miskin dan orang miskin baru, tetap tercover.

“Targetnya 2019 memang pemerintah pusat minta seluruh warganya jadi peserta BPJS. Tapi kita kaji dulu. Jangan sampai banyak yang tercecer, jadi ada warga miskin yang tidak tercover. Jangan sampai tidak dapat pelayanan,” ujarnya usai rapat.

Maka dari itu, Anang mengatakan, untuk mensinkronkan hal tersebut pihaknya mengundang BPJS Kesehatan dan seluruh rumah sakit mitra BPJS. Hal ini penting agar saat program tersebut berjalan, pelayanan kesehatan bagi warga miskin berjalan lancar.

“Kita pastikan dulu rumah sakit mitra sudah nyaman dengan model pembiayaan BPJS. Dan kita juga ingin ada forum komunikasi antara BPJS dan rumah sakit mitra, agar tidak saling menyalahkan nantinya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Bimantoro R, mengatakan, Komisi D DPRD Kota Semarang sepakat bahwa warga miskin yang belum tercover Jamkesmaskot dan Jamkesda akan dimasukkan menjadi peserta BPJS. Hal ini sesuai dengan target pemerintah pusat bahwa sebelum 2019, semua warga harus menjadi peserta BPJS.

“Udah disepakati Pemkot Semarang melalui dewan akan dianggarkan di APBD Perubahan. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah kota untuk menjamin biaya kesehatan warganya. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya usai rapat.

Bimantoro menjelaskan, pihaknya akan melakukan pelayanan semaksimal mungkin termasuk menjalin komunikasi dengan rumah sakit mitra. Hal ini penting agar peserta BPJS tidak mengalami kesulitan ketika akan berobat.

“Saat ini jumlah rumah sakit mitra ada 21 dan 242 puskemas,klinik dan dokter keluarga mitra BPJS di Kota Semarang,” jelasnya.

Sedangkan jumlah iuran yang diterima setiap bulan mencapai Rp42 miliar sementara itu klaim yang terbayarkan tiap bulan mencapai Rp147 miliar.

Seperti diketahui, jumlah warga miskin di Kota Semarang versi Bappeda hingga saat ini mencapai 379.848 jiwa. Sedangkan warga miskin yang telah menerima PBI sebanyak 283.000 jiwa, dengan demikian masih ada 136.467 jiwa warga miskin yang belum tercover biaya kesehatannya. Sementara itu, dalam setahun Pemkot Semarang membayar klaim Jamkesmaskot sebesar Rp62 miliar. (Bj)

Advertisements