Home News Update 200 Siswa Al Firdaus Berbelanja Bersama Anak-anak Panti Asuhan

200 Siswa Al Firdaus Berbelanja Bersama Anak-anak Panti Asuhan

IMG_20150711_095208

Semarang, 11/7 (BeritaJateng.net) – 200 anak-anak playgroup, TK Al Firdaus berbagi kebahagiaan bersama 26 anak-anak panti asuhan dengan cara berbelanja bersama-sama di minimarket dalam acara penutupan pesantren ramadhan yang telah mereka gelar selama dua minggu.

Dalam acara penutupan pesantren tersebut Kundari Ari, Kepala sekolan TK Al Firdaus Mijen Semarang, menjelaskan untuk acara pesantren ramadan ceria ditutup dengan anak-anak Al Firdaus akan berbagi kebahagiaan dan keceriaan bersama kaum duafa yatim piatu dengan berbelanja di mini market.

“Selama ini mungkin mereka hanya lewat saja tanpa belanja di minimarket, jarang sekali mereka untuk masuk sampai belanja bersama-sama. Makanya, dalam acara berbagi ini, kita temani anak-anak panti asuhan untuk berbelanja bersama adik-adiknya dari Al Firdaus, supaya mereka bisa merasakan kebahagiaan berbelanja bersama,” katanya.

Kebetulan, lanjutnya, pihaknya mengajak belanja bersama anak-anak yatim panti asuhan Al Hikmah Ngaliyan Semarang.

Ada sekitar 26 anak-anak panti asuhan Al Hikmah yang mengikuti  kegiatan Ini, dan dibimbing oleh pengasuhnya yang ikut memberikan tausiah kepada anak-anak Al Firdaus tentang sejarah zakat.

“jadi diberikan edukasi tentang zakat, bagaimana berzakat, seperti apa itu berzakat, dan karena memang zakat itu kewajiban umat islam di bulan suci  puasa. Dan kebetulan untuk tahun ini kita juga mengumpulkan sekaligus menyalurkan zakat, jadi kita adakan juga zakat, infaq, sodakoh yang dimana dana tersebut kita salurkan untuk kegiatan bakti sosial,” jelas Kundari Ari Kepala Sekolah Al Firdaus.

Karena biasanya sering kali mengundang anak yatim hanya memberikan makanan, tambahnya, maupuan memberi bingkisan dan amplop, takutnya dengan seperti itu mereka hanya menerima atau meminta saja.

Sehingga kegiatan berbagi bersama kali ini dikemas dengan cara berbelanja bareng anak yatim, dimana pihaknya mengedukasikan mereka untuk berbelanja namun juga dapat menyisihkan uang belanja untuk mereka tabung. Menurutnya, setiap anak ini diberikan nominal Rp. 20.000,- untuk berbelanja di minimarket terdekat dengan sekolahan.

“Jadi kita mengajarkan untuk dapat mengatur keuangan, apa lagi disetiap jelang hari lebaran mereka pasti akan mendapatkan uang dari saudara-saudaranya, dengan dapat mengatur keuangan tersebut untuk mereka tabung,” tuturnya.(BJ06)