Home Lintas Jateng Nelayan Cantrang Diharapkan Dapat Pinjaman Lunak

Nelayan Cantrang Diharapkan Dapat Pinjaman Lunak

image
Pati, 18/3 (Beritajateng.net) – Pemerintah Pusat diharapkan membantu nelayan di Kecamatan Juwana, Jawa Tengah, yang selama ini menggunakan jaring cantrang lewat pinjaman lunak untuk dibelikan alat tangkap yang legal, kata Anggota Komisi D DPRD Pati Jamari.

“Selama ini, nelayan sudah berinvestasi dalam jumlah yang besar untuk membeli alat tangkap cantrang, kini dilarang dan harus diganti dengan peralatan lain yang sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya di Kudus, Rabu (18/3).

Untuk membeli alat tangkap yang baru, seperti kursin, kata dia, dibutuhkan dana yang cukup besar sehingga pemerintah perlu memberikan bantuan lewat pinjaman lunak.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata dia, untuk membeli alat tangkap jenis kursin beserta peralatan pendukungnya membutuhkan dana antara Rp750 juta hingga Rp1 miliar.

“Jika nelayan harus membeli sendiri tentunya tidak mampu karena butuh dana yang cukup besar, sedangkan alat tangkap yang terlanjur dibeli namun saat ini dilarang tentu tidak laku dijual,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Pusat harus bertindak cepat karena sudah terlalu lama nelayan tidak melaut, sedangkan kebutuhan hidup sehari-harinya untuk anggota keluarga nelayan juga tidak bisa ditunda.

Sementara untuk pembelian alat tangkap lain, seperti “long line” tidak membutuhkan dana yang cukup besar karena diperkirakan antara Rp150 juta hingga Rp200 juta.

Meski demikian, kata dia, Pemerintah Pusat tetap harus turun tangan membantu nelayan karena hingga kini belum juga ada solusi atas alternatif alat tangkap yang diperbolehkan.

Selain menuntut Pemerintah Pusat turun tangan, dia juga berharap, Pemkab Pati ikut membantu nelayan dalam hal pengadaan alat tangkap yang baru.

“Pemkab Pati diharapkan proaktif dengan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat agar memberikan pinjaman modal untuk membeli alat tangkap yang baru,” ujarnya.

Adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Tangkap Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik, kata dia, tidak hanya berdampak pada aktivitas nelayan di laut menjadi terhenti, namun nelayan yang menanggung pinjaman di lembaga perbankan juga mengalami kesulitan dalam pengembaliannya.

Dampak lainnya, kata dia, banyak sektor usaha perikanan yang terganggu karena tidak mendapatkan pasokan bahan baku ikan yang biasanya dihasilkan oleh nelayan cantrang.(ant/BJ)