Home Lintas Jateng 150 Proyek Pemkot Semarang Siap Dilelangkan

150 Proyek Pemkot Semarang Siap Dilelangkan

Dalam tinjauannya, Hendi melakukan audiensi dengan pelaksana proyek terkait konsep pembangunan Kampung Bahari Semarang.
         Semarang, 9/2 (BeritaJateng.net) – Sekitar 150 paket proyek pembangunan infrastruktur telah masuk dalam layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Pemkot Semarang. Hanya saja, dari seluruh proyek yang didaftarkan untuk dilelang tersebut masih merupakan proyek dengan pagu anggaran kecil.
         Padahal, sebelumnya Wali Kota Semarang menginginkan agar proyek pembangunan infrastruktur bisa dilelangkan di awal tahun khususnya proyek dengan anggaran besar. Hal itu untuk menghindari keterlambatan pekerjaan sebagaimana yang terjadi pada 2017 lalu.
          “Dari 150-an proyek yang sudah masuk ke ULP (unit layanan pengadaan–red), ada 49 pekerjaan yang kami lelang dan sudah tayang di LPSE. Namun itu masih pekerjaan yang kecil-kecil,” kata Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang Jasa (BLPBJ) Kota Semarang, Indriyasari.
           Dari jumlah tersebut, 50 pekerjaan yang dilelang di antaranya dalam proses pengkajian harga perkiraan sendiri (HPS) yang ditawarkan oleh calon rekanan peserta lelang.
          Indriyasari mengungkapkan, dalam proses lelang kali ini, pihaknga tetap mengacu pada pengalaman hasil pekerjaan selama 2017 lalu. Track record kontraktor menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam pelaksanaan lelang sebelum kontraktor dinyatakan menang.
           “Track record rekanan kami pertimbangkan. Hasil kinerja 2017 lalu juga menjadi acuan bahan evaluasi kami dalam melaksanakan lelang 2018 ini. Jadi siap-siap saja rekanan untuk mengikuti lelang,” jelasnya.
        Terkait terlambatnya proses lelang 2017 lalu, Indriyasari menuturkan, ada perubahan organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga proses lelang mengalami keterlambatan. Sehingga dalam evaluasinya pun waktunya cukup mepet sehingga kurang optimal.
         Hanya saja, ia menepis jika semua pemenang lelang diambil dari rekanan yang memberikan penawaran terendah. Dikatakannya, ada beberapa rekanan yang responsif terhadap pekerjaan meskipun penawarannya cukup tinggi. “Tidak semua dlosor-dlosoran. Banyak yang penawarannya tertinggi kami menangkan. Jadi semua rekanan bisa bersaing asal kualitasnya bagus,” paparnya.
           Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada satu pun rekanan yang diblacklist karena pihaknya belum menerima rekomendasi dari Inspektorat Kota Semarang. Meski demikian, pihaknya sudah mengantisipasi sejumlah rekanan yang track recordnya kurang baik selama 2017 lalu.
          “Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan rekanan penyedia barang dan jasa yang bagus, qualified, sehingga hasil pembangunannya lebih bagus lagi,” harapnya.
           Pada 2018 ini, APBD Kota Semarang naik menjadi Rp 5,17 triliun dibanding 2017 lalu yang tercatat Rp 4,75 triliun. Pada 2017 lalu, Pemkot Semarang hanya menyerap 92 persen dari total anggaran 2017 untuk merealisasikan proyek yang jumlahnya mencapai 3.323 pekerjaan.
          Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan, dari total APBD 2018 Kota Semarang, 65 persen di antaranya diperuntukan untuk belanja barang dan jasa. Selebihnya dipergunakan untuk rutinitas di antaranya gaji pegawai dan lainnya.
          “Saya sudah roadshow ke Dinas-Dinas untuk mendorong mereka melrlangkan pekerjaan di Februari sampai Maret ini. Kalau waktunya cukup maka pekerjaan bisa optimal,” katanya.
            Jika hingga Maret mendatang semua pekerjaa sudah dilelangkan, diharapkan pada triwulan ketiga yaitu Juli-September, pekerjaan sudah selesai. Kemudian masih ada waktu pada triwulan keempat untuk melakukan evaluasi. “Termasuk juga jika di anggaran perubahan ada pekerjaan lagi. Tinggal fokus mengatur anggaran di perubahan itu,” tandasnya.
         Tambahkannya, dari pengalaman 2017 lalu dan roadshow yang dilakukan, setidaknya ada tiga instansi yang didorong agar segera melakukan lelang. Ketiganya yaitu Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) serta Dinas Penataan Ruang (Distaru). “Ketiga Dinas itu yang banyak beban pekerjaannya. Sehingga saya dorong agar segera masuk lelang,” ucapnya. (El)