Home Nasional 15 Bidang Tanah Wakaf Di Semarang Kena Dampak Tol Batang-Semarang

15 Bidang Tanah Wakaf Di Semarang Kena Dampak Tol Batang-Semarang

SEMARANG, 23/11 (BeritaJateng.net) – Pembangunan proyek Jalan Tol Semarang – Batang tidak hanya melewati pemukiman warga, perkantoran, sekolah maupun lahan lainnya, namun juga tanah wakaf. Sebanyak 15 bidang tanah wakaf di Kota Semarang, terkena proyek jalan tol tersebut.

Lokasi tanah itu berada di Kecamatan Ngaliyan dan Semarang Barat. Dan sebagai gantinya, saat ini sedang dilakukan mekanisme penunjukan Nadzir (pengelola tanah wakaf) yang baru.

Demikian yang terungkap dalam rapat percepatan penyelesaian tanah wakaf untuk ruas Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, yang berlangsung di Hotel Santika, Semarang, belum lama ini.

Menurut Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Wibowo Suharto, mekanisme awal penggantian tanah wakaf adalah penunjukan Nadzir baru sebagai pengelola tanah wakaf.

“Nanti kita tunjuk Nadzir dulu. Surat Keputusan pergantian Nadzir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) sudah ada di Kecamatan Ngaliyan dan Semarang Barat,” paparnya.

Setelah itu, kata dia, proses selanjutnya yakni mengundang para Nadzir untuk berkoordinasi lebih lanjut dalam sebuah rapat sekaligus pengajuan permohonan pencatatan penggantian Nadzir.

Wibowo mengatakan, setelah Nadzir yang baru ditunjuk, langkah selanjutnya mengusulkan penggantian harta wakaf baru. Dia mengatakan, Nadzir mempunyai wewenang dalam proses pengusulan tanah wakaf yang baru.

“Misalkan tanah yang diusulkan Nadzir yang baru itu ada tanah dan bangunan, contohnya masjid atau mushola, maka masjid atau mushola tersebut juga menjadi harta benda wakaf baru yang harus dibayar pula,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Prasetyo mengatakan, di Kota Semarang terdapat 15 bidang tanah wakaf yang harus dibebaskan dan diganti dengan tanah wakaf yang baru.

“Di Kecamatan Ngaliyan ada 14 bidang tanah wakaf, dan Semarang Barat ada 1 bidang. Tepatnya di Kelurahan Kembangarum,” terangnya.

Adapun dana yang dibutuhkan dalam penggantian, Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dana untuk proses penggantian. Namun nominalnya, akan mengemuka setelah para Nadzir mengusulkan tanah wakaf baru dalam rapat koordinasi selanjutnya. Pihaknya berharap semua penggantian tanah wakaf di Semarang bisa selesai di bulan Desember 2016.

“Setelah ini, kita akan koordinasi lagi antara Nadzir, Kantor Urusan Agama (KUA), Kemenag, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan BPN,” tandasnya. (Bj)

Advertisements