Home Lintas Jateng 14 Pemuda Jalani Prosesi Pelatihan Bhiksu di Vihara Budhagaya Watugong

14 Pemuda Jalani Prosesi Pelatihan Bhiksu di Vihara Budhagaya Watugong

image

Semarang, 21/5 (BeritaJateng.net) – Nilai luhur ajaran Tri Dharma Budha rupanya dipatuhi mendalam oleh umatnya, tak terkecuali pada 14 pemuda yang berasal dari beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, lombok, Bandung, Jakarta, Semarang dan lainnya untuk menjalani prosesi pendidikan pelatihan menjadi Bhiksu sementara, di Vihara Budhagaya, Watugong Semarang, Kamis (21/5).

Sebuah prosesi dalam berbakti kepada sang Budha untuk meninggalkan hingar bingarnya keduniawian. Prosesi yang dikenal dengan nama Pabbaja Samanera ini, diawali ritual seperti lepas pakaian yang dikenakan, dan diganti dengan pakaian jubah serba putih. Mereka lanjut berjalan menyusuri area Vihara menuju Pohon Bodi dan menyematkan air suci pada patung Budha yang berada dibawah Pohon tersebut, dan sebelumnya mereka mengelilingi sebanyak tiga kali.

Ketua Yayasan Vihara Budhagaya, Halim Wijaya mengatakan, prosesi ini adalah pendidikan dan latihan bagi mereka yang ingin menjadi Bhiksu. Selama dua minggu mereka dilatih meninggalkan keduniawian baik makan enak, pakaian seadanya berupa jubah putih dan ibadat lainnya. Setelah itu mereka kembali menuju ruang utama sembahyang yakni ruang Damasala, dengan mendapatkan wejangan pesan oleh Bhiksu kepala, Sangha Theravada Indonesia Bhante Sri Pannavaro.

“Selama mengikuti pelatihan mereka akan ditempa dengan kesederhanaan, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari mereka mendapatkan derma (sumbangan) dari umat yang datang ke Vihara,” ucapnya.

Prosesi penyerahan derma kepada para siswa Bhiksu juga dilalui dengan prosesi yang khidmat berupa serah terima barang kebutuhan seperti jubah, alat mandi, tempat nampan makan, nampan derma serta kebutuhan sehari-hari lainnya.

Kepala Sangha Theravada Jawa Tengah Bhante Padesayanaka Cattamano mengatakan, Pabbajja Samanera sebagai penempaan diri untuk mendapatkan pemahaman dan pengertian yang lebih baik di dalam mempelajari dan menghayati ajaran agama Budha. “Sebagai bekal menjalani kehidupan masa depan yang lebih luhur, kita juga mendoakan bagi para penderma apa yang menjadi hajatnya,” ujarnya.

Untuk pelatihan dilaksanakan selama dua minggu, yang merupakan rangkaian sebelum mereka menjadi Bhiksu. Semua bahasa parita (doa) dilakukan dalam bahasa Pali, baik antara Sangha Theravada kepada siswa, atau kepada para penderma donator dalam mendoakannya.(BJ06)