Home Lintas Jateng 13 PK Golkar Ajukan Mosi Tidak Percaya, Minta Petit Widi Atmoko Diganti

13 PK Golkar Ajukan Mosi Tidak Percaya, Minta Petit Widi Atmoko Diganti

358
13 PK Golkar Ajukan Mosi Tidak Percaya, Minta Petit Widi Atmoko Diganti

SEMARANG, 2/9 (BeritaJateng.net) – Kondisi Partai Golkar Kota Semarang memanas. Hal ini setelah 13 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se Kota Semarang mengajukan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang,  H. Petit Widi Atmoko ST.

Surat mosi tidak percaya ini kemarin diserahkan secara langsung ke DPD Partai Golkar Jateng dan diterima oleh petugas sekretariat. Menurut Widy Kaharyanto, koordinator PK Partai Golkar Kota Semarang, mosi tidak percaya ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi partai paska pelaksanaan pemilu 2019 lalu.

“Kami juga menindaklanjuti pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang saat halal bi halal beberapa waktu lalu yang menyatakan telah gagal menjadi ketua, maka kami menginginkan agar Petit Widi Atmoko mundur sebagai ketua,” ujar Widy Kaharyanto.

Tidak hanya itu saja Petit Widi Atmoko juga menyatakan kesiapannya bila ada musyawarah daerah luar biasa atau Musdalub.  Widy Kaharyanto mengaku sebelum mengajukan mosi tidak percaya, 13 PK mendesak untuk diadakan rapat pleno yang diperluas.

‘Kami sampaikan tanggal 5 Agustus 2019 lalu, dengan agenda evaluasi hasil pemilu yang perolehan kursi turun dari 5 menjadi 3,” terang Widy.

Ke-13 PK yang menandatangani surat tersebut yaitu Suwandi PK Semarang Barat, Ariyadi PK Semarang Utara,  Suraji PK Semarang Tengah,  Subgayo PK Gayamsari.

Selain itu ada,  Rochmad PK Genuk,  Suwardi PK Tembalang,  Sukijo PK Candisari, Tjatur AW PK Gajahmungkur, Sunito PK Gunungpati,  Riyanto PK Banyumanik, Muchtar PK Tugu,  Marjiyem PK Ngaliyan dan Widy PK Mijen.

Widy Kaharyanto menambahkan surat pernyataan mosi tidak percaya kepada Petit Widi Atmoko selaku Ketua DPD partai Golkar Kota Semarang sudah diserahkan ke Ketua DPD I Provinsi Jawa Tengah, Wisnu Suhardono.

“Kami menunggu audiensi dengan Pak H.  Wisnu Suhardono selaku Ketua Golkar Jateng untuk bersikap atas situasi yang kacau ini,” tegas Widy.

Selain H. Petit Widi Atmoko, mereka juga tidak mengajukan mosi tidak percaya pada Sekretaris H. anang Budi Utomo dan Bendahara Ery Yurianto.

“Ketiganya dianggap tidak cakap dalam mengelola organisasi. Ada banyak Hal yang dilanggar selama mengeloloa organisasi sampai saat ini. Mualai dari ketidaktrasparansi anggaran, tidak pernah diadakannya Rapimda,  sampai kepada memutuskan keputusan secara sepihak tanpa dilandasi dengan mekanisme organisasi yang berlaku,” ujar Widy.

Ini sudah sangat jelas melanggar AD ART partai. “Kami melihat dalam internal pengurus Golkar Kota Semarang tidak solid. Mengingat kedepan ada banyak agenda politik yang harus kita menangkan maka pergantian pengurus mutlak harus kita lakukan,” katanya. (El)