Home Lintas Jateng 1250 Bangunan Di Bantaran Banjir Kanal Timur Akan Dinormalisasi

1250 Bangunan Di Bantaran Banjir Kanal Timur Akan Dinormalisasi

Rumah-rumah warga dibantaran sungai Banjir Kanal Timur yang enggan digusur dan menyebabkan sendimentasi sungai.

Semarang, 19/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perdagangan melakukan sosialisasi normalisasi sungai kepada para PKL dan warga yang bermukim di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, Kamis (19/1).

Sosialisasi terkait Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dilakukan bertahap di 12 kelurahan di kota Semarang. Diawali dengan sosialisasi di PKL Barito, sebanyak 263 pedagang hadir dan menyetujui relokasi dari Barito ke pasar Klithikan.

“Hari ini, (19/1) sosialisasi awal terkait normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT). Kami targetkan pada Akhir Februari 2017 sebanyak 12 kelurahan sudah selesai (mendapat,Red) sosialisasi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto usai melakukan sosialisasi PKL di Barito, Semarang.

Menurutnya, PKL dan pemukiman di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di 12 kelurahan di Kota Semarang yang akan di normalisasi. “Ternyata ada 12 kelurahan (yang di normalisasi,Red). Enam kelurahan di Semarang Timur dan lima kelurahan di kecamatan Gayamsari, satu Tanjung mas,” ujarnya.

Fajar menjelaskan, rencana pengurukan sendimentasi sungai dan normalisasi masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat dan Kementerian. “Rencana, Agustus sudah mulai pengurukan. Kami akan sampaikan saat rapat dengan pemprov dan kementerian untuk mendahulukan Tambakrejo terlebih dahulu, karena sendimentasi disana kan cukup tinggi,” imbuhnya.

Sebanyak 1250 PKL yang berdiri disepanjang bantaran BKT akan direlokasi ke pasar Klithikan Semarang. “Mulai dari Jalan Unta ke Tambakrejo ada 1250 PKL, semua sudah kami data semua, tinggal pembagian kluster dan pemindahan ke relokasi di pasar Klithikan,” ujarnya. (EL)

Advertisements