Home Headline 125 Pelajar Ikut Seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO) di Semarang

125 Pelajar Ikut Seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO) di Semarang

Seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO) di Semarang

Semarang, 26/5 (BeritaJateng.net) – Pembinaan atlet/pemain pelajar di Kota Semarang mulai diintensifkan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Sebanyak 125 pelajar mengikuti seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang dimulai pada tahun ajaran 2022/2023 di SMP Negeri 3 Semarang.

Dengan seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO) ini, diharapkan pembinaan atlet/pemain semakin baik.

Kepala Dispora Semarang Fravarta Sadman mengatakan, seleksi ini untuk mendapatkan atlet/pemain pelajar yang punya kualitas dan kemauan.

Seleksi, kata dia, meliputi administrasi, tek fisik umum, wawancara, dan keterampilan.

“Kami sangat mendukung program ini. Ini kolaborasi antara Dispora dan Dinas Pendidikan,” tutur Fravarta saat memantau pelaksanaan seleksi di GOR Manunggal Jati Semarang, Kamis, 26 Mei 2022.

Ada tujuh cabang olahraga dalam seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO) yakni panahan, silat, tenis meja, voli, senam, atletik, dan wushu. Secara garis besar, kurikulum pendidikan tak ada perbedaan dengan kelas umum.

Dalam seleksi ini, pihaknya menggandeng tim dari Fakultas Ilmu Keolahrgaan (FIK) Unnes untuk tes teknik umum. Kemudian tes wawancara dilakukan oleh tim dari Dinas Pendidikan.

Dua Kelas

Kasie Kemitraan Dispora Kota Semarang Sigid Widiyanto mengatakan, sebelumnya telah dilakukan seleksi untuk pelatih Kelas Khusus Olahraga (KKO).

Nantinya, ada dua kelas yang menginduk ke SMP Negeri 3 Semarang.

“Masing-masing rombongan kelas berjumlah 32 siswa,” tutur Sigid.

Program ini, kata dia, sebagai upaya Kota Semarang membangun prestasi olahraga di berbagai ajang. Pembinaan harus dilakukan sejak usia muda.

Nantinya mereka akan dibina secara intensif oleh pelatih seleksi Kelas Khusus Olahraga (KKO).

“Pelatih pun melalui seleksi yang ketat. Mereka harus benar-benar kompeten untuk melatih,” tandasnya.

“Tahun pertama ini untuk tujuh cabang olahraga. Tak menutup kemungkinan, bisa bertambah melihat potensi yang ada. Dan juga bisa bertambah jumlah kelas. Kami akan selalu melakukan evaluasi pada pelaksanaan KKO ini,” jelas Sigid. (Ak/El)