Home Headline 12 Sekolah di Kendal Perketat Prokes Saat Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka

12 Sekolah di Kendal Perketat Prokes Saat Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka

Seorang guru memberikan faceshield kepada siswa SMPN 2 Kendal saat Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kendal, 26/5 (BeritaJateng.net) – Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di bawah arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal mulai dilaksanakan sejak Senin (24/5) kemarin.

Sebanyak 12 sekolah, terdiri dari enam Sekolah Dasar (SD) dan enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap tiga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, ujicoba PTM dilakukan selama dua minggu.

“Ujicoba kami laksanakan mulai tanggal 24 Mei sampai 4 Juni mendatang,” ujarnya, Rabu (26/5).

Dijelaskan, peserta PTM ini khusus untuk SD kelas empat dan lima. Sedangkan untuk SMP hanya kelas tujuh dan delapan sajam

“Kegiatan belajarnya selama dua jam, tanpa istirahat. Per kelas dibatasi, untuk SMP maksimal 16 anak, sedangkan untuk SD maksimal 14 anak,” jelas Wahyu.

Dipaparkan, SMP yang melakukan ujicoba PTM, yakni SMP Negeri 2 Kendal, SMP Negeri 2 Brangsong, SMP Sabilurrosyad, SMP Negeri 1 Patean, SMP Negeri 2 Boja dan SMP Negeri 1 Weleri.

“Sedangkan untuk SD yakni SD Negeri 2 Sukorejo, SD Negeri 1 Penyangkringan Weleri, SD Negeri 1 Brangsong, SD Negeri 1 Trayu Singorojo, SD Negeri 2 Bebengan Boja dan SD Negeri 1 Gonoharjo Limbangan,” paparnya.

Pada uji coba PTM tahap tiga ini, lanjut Wahyu, ada penambahan lima SMP dan enam SD.

“Sekolah yang melakukan PTM adalah yang sudah memenuhi syarat dan dinilai siap melaksanakan PTM, disetujui komite sekolah dan orang tua murid, juga sudah disetujui Pemda,” terangnya.

Selain itu, semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut sudah mendapatkan vaksinasi dua dosis.

“Siswa yang mengikuti PTM itu, selain ada izin dari orang tua, juga keluarganya tidak ada riwayat covid dan tidak boleh menggunakan kendaraan umum,” imbuh Wahyu.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Kendal, Supardi mengatakan, peserta didik yang mengikuti PTM kali ini khusus kelas tujuh.

“Dengan pertimbangan belum pernah mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas,” kata Supardi.

Pihak sekolah juga melakukan persyaratan ketat, yakni siswa harus diantar jemput oleh wali murid.

Selain itu, lanjut Supardi, sekolah juga menyediakan ruang tunggu khusus bagi wali murid yang mengantar.

“Kami mengutamakan siswa kelas tujuh. Karena sejak menjadi murid baru belum pernah mengikuti pelajaran sekolah di kelas. Maka dengan mengikuti PTM akhirnya bisa mengenal para guru dan teman-temannya secara langsung,” ungkapnya.

Saat ini, pihak dinas sedang mengusulkan lagi beberapa sekolah untuk melaksanakan PTM tahap berikutnya.

Total ada sekitar 1.600 guru dan tenaga kependidikan yang diusulkan untuk melakukan vaksinasi.

Dalam pengajuannya di antaranya memperhatikan kondisi zonasi kedaruratan Covid-19.

Salah satu siswa, Andika mengaku senang bisa kembali ke sekolah dan mengikuti pembelajaran tatap muka setelah sekian lama hanya mengikuti pembelajaran secara daring.

Ia menjelaskan, protokol kesehatan sebelum Pembelajaran tatap muka dilakukan secara ketat. Bahkan diberi alur dan diatur langsung oleh guru.

Siswa diminta mencuci tangan saat masuk gerbang sekolah, disediakan banyak wastafel untuk mencuci tangan usai beraktifitas, mereka bahkan diberi faceshield. Jarak bangku dikelas dilakukan untuk mencegah kerumunan.

“Sudah lama tidak belajar tatap muka, makanya senang sekali bisa mulai beraktifitas disekolah,” ujarnya. (Ak/El)