Home News Update 12.000 orang hadiri Pentahbisan Ibu Tina Astari

12.000 orang hadiri Pentahbisan Ibu Tina Astari

Semarang, 30/5 (BeritaJateng.net) – Jemaat JKI Injil Kerajaan memenuhi Holy Stadium sejak pukul 06.00 untuk menyaksikan secara langsung Peneguhan dan Pentahbisan Gembala Sidangnya.

Hadir dalam Sidang Jemaat, Ibu Hevearita Gunaryanti Rahayu Wakil Walikota Semarang, Bp. Stephanus Kepala Kementrian Agama BIMAS Kristen Kota Semarang, Bp. Pdt. Bambang Mulyono, S. Th Ketua BAMAG Kota Semarang menjadi perwakilan pemerintah dalam acara Pentahbisan ini.

Acara di mulai dengan Pujian yang dibawakan oleh pemimpin Pujian senior yaitu Hasto menaikkan pujian O Jehova I worship you. Dilanjutkan dengan pemberitaan Firman Tuhan oleh perwakilan Sinode Gereja JKI.

“Abraham mengenali akan identitas dirinya dan kenal akan rencana Tuhan didalam hidupnya serta hatinya teguh mempercayai Engkau diatas segala – galanya, kami berdoa atas nama Tuhan Yesus,” kata Pdt. DR. Adi Sutanto Ketua Sinode Gereja JKI.

Demikian petikan sambutan :

Jemaat JKI Injil Kerajaan ditempat ini, nanti ada beberapa nasehat saya akan berikan kepada Ibu Tina, dan untuk semua Jemaat juga yang paling jelas ialah Sehati Bersama – sama seperti tertulis dalam Mazmur 133 “kalau kita sehati Tuhan akan mendatangkan berkatnya datang kepada kita, saya juga pendeta, temen – teman juga, biasa sharing sama mereka begini, kalau berkat itu‎ kita coba untuk raih, mencoba lari kesana untuk mencapainya itu keliru, salah, kadang – kadang dapat kadang – kadang tidak,yang indah dalam bukan begitu tidak selalu sama dalam hidup”.

Kita sebagian juga sama mencari Tuhan, cari kebenarannya, praktikan firmannya, maka nanti berkat sendiri akan mengikuti dan akan datang dalam hidup kita, Saya terus terang bersama Petrus Agung suatu waktu saya berdoa tidak akan sia dalam pelayanannya, Kualitas Bertambah, Dampak – dampak masyarakat akan meluas.

Dan mereka – mereka yang terpinggirkan, bahwa Tuhan sangat mengasihi mereka. Kasihnya lewat saudara dan saya, Dia tidak mendatangkan malaikat untuk memberi makan kita secara langsung saja namun dengan kualitas bertambah,dampak ditengah – tengah masyarakat, keluarga dari keluarga, kehidupan pribadi, kalau saudara sehati dengarkan Firman Tuhan, Bu Tina sehati semuanya anak – anak dan menantu sehati, maka saya percaya dalam 10 tahun mendatang ini tidak lagi 15.000 jemaat‎, kalau sabtu kebaktian sekali 10.000, bukan soal jumlah melainkan lebih kualitas didalam kehidupan masing – masing, sebentar kita akan tasbiskan Ibu Tina sebagai Gembala Jemaat.

Saya mengetahui ada beberapa hamba – hamba Tuhan, Pendeta – Pendeta kalau boleh mohon dengan hormat sekiranya kita boleh bersama sama saya di panggung ini untuk ikut bergabung dalam doa, tengah – tengah saudara pendeta, penginjil dengan hormat untuk maju kedepan, berikan sebuah kursi untuk Ibu Tina, doakan bersama dan mari teman – teman Pak David, Ibu Elisabeth Philip, Bu Hana untuk naik ke atas ibu Ibu Susan Timotius Subekti untuk naik, sebanyak yang ada dan perwakilan keluarga Orang Tua Tina Bp dan Ibu. Soenaryo dan Pak Darsono boleh duduk di depan.

Saya ada satu doa nasehat Firman Tuhan untuk Ibu Tina dan khusus untuk kita sekalian juga minggu lalu saya pulang dari Pematang Siantar. Saya mendapat 3 Pesan Tuhan :

Tuhan Yesus ditahtanya disurga,lalu yang datang menyambut orang2 yang sudah bertobat, penjahat penjahat masuk surga lihat ini langsung dia berdiri, disambut, dipeluk silahkan masuk pintu gerbang surga terbuka mereka semua masuk. Itu mimpinya, dan datang lagi rombongan pedagang, karyawan, pegawai yang bertobat dan masuk Tuhan juga senang sekali dia bangkit dari tahtanya sambut mereka, pintu surga terbuka dan mereka semua masuk.

Begitu rombongan berikutnya‎ Begitu pendeta,penginjil datang Tuhan Yesus senyum, cuma tidak berdiri, Tuhan Yesus tetap duduk, silahkan masuk begitu saja sampai kemudian ada satu pendeta muda hatinya ndak enak kenapa yang lainnya disambut, dipeluk, kenapa pendeta kok tidak, IA nyamperin lagi sama Tuhan Yesus bahwa kenapa sambutannya sedikit beda, kenapa Tuhan tidak berdiri dan menyambut kami dia senyum dan bilang saya takut Tahta saya diambil, tersinggung saya apabila menjadi pendeta muda itu.

Dalam gereja kita kita adalah abdi-abdiNya, melayani dengan apa yang kita ada, ini baru mimpi satu,ini mimpinya 3,yang ke 2 mimpi lagi,Tuhan Yesus berkata harus ikut aku dan pikul salibKu dan setiap orang yang datang ada penderitaan tertentu, diejek, dihina, dan diapakan pula masing – masing,ini pandai, ternyata dia dapet salib, salibnya agak besar dia jalan naik lelah sekali salibnya dipotong sedikit ujung-ujungnya biar agak ringan.

Nanti kalau perjalanan hidupnya agak susah, naik, kena terik matahari, potonglah sedikit lama lama kecil,ceritanya itu selesai setelah sampai di gerbang surga, ada malaikat dan Tuhan jaga disana, dia mau kesitu ternyata ada sungai, namanya sungai maut dan dia pula harus lewat, tapi ndak ada jembatannya jadi dia teriak malaikat ini sudah sampai sini, sudah ikut Tuhan, tapi ndak ada jembatannya mana bisa saya masuk surga ini, Malaikatnya bilang. salib yang kamu pikul ini lemparkan kesungai itu nanti pas jembatan salibnya terlalu kecil dipotong – potong sendiri.

Jangan mengeluh hidup dengan senang hati salib yang datang dari Tuhan itu akan berubah jadi Mahkota. Mimpi ke 3 mimpi saya 20 thn yang lalu ini terjadi saya tinggal di California,disitu 20 tahun lalu saya bermimpi sungguhan mimpinya aneh tapi jelas.

Saya takut keluar jendela punya loteng kamar saya diatas saya lihat wartawan begitu banyak rumah saya diperempatan jalan depan ada wartawan, kamera, ditujukan kerumah saya, sebentar lagi saya briefing itu ditanya politik luar negrimu apa, saya sungguh- sungguh ketakutan, saya cari jas sama dasi yang mau pakai saya ketakutan nanti mau ngomong apa. Ini beberapa mimpi yang saya alami semoga menjadi nasihat baik untuk Ibu Tina ‎memimpin kongregrasi ini.

Pak Adi : Bukan sekedar nasehat,dan hatimu yakin Tuhan yang panggil kamu Dia yang berkati Dia yang jamin, doa saya tadi sudah saya jelaskan kualitas bertambah, kuantitas bertambah ditempat ini sampai 50.000.

Ibu Tina : Ya saya siap.

Pak Adi : Untuk yang ke 2 bersiapakan Bu Tina hidupmu, pelayanmu hanya berdasarkan Firman Tuhan.

Ibu Tina : Ya saya bersedia.

Pak Adi : janji yang terakhir saya selalu bilang kepada pendeta yang ditasbiskan juga sehebat hebatnya nya kita,kita ini bukan Tubuh Kristus yang komplit, kita ini adalah bagian daripada Tubuh Kristus yang kudus yang AM yang umum, dan orang kudusnya sepanjang masa itu Tubuh Kristus yang sempurna, jadi anda dan saya jadi pendeta jadi hamba Tuhan pun adalah bagian dari tubuh kristus, dengan katalain kerja sama saling menghargai saling menolong, itu bukan pilihan itu keharusan, tangan tidak boleh berkata aku bukan kaki tersandunglah kamu, pasti matilah ndak ada yang seperti itu,saya bersyukur kehidupan Pak Petrus Agung kepada jemaat – jemaat kecil, tetap dibantu,tetap diberkati, kita adalah bagian Tubuh Kristus yang besar, berdoa berkati bangsa – bangsa berkati suku – suku bangsa.

Hari ini Ditasbihkan menjadi hamba Tuhan menjadi pendeta, sekaligus Gembala Jemaat ditempat ini, supaya Tuhan sendiri lah yang meneguhkan hatinya biar sama kuat kami tahu Tuhan dia tidak sama dengan Pak Petrus Agung, dia adalah seorang istrinya, tapi kami tau Tuhannya yang Pak Petrus sembah adalah sama dengan Tuhannya Ibu Tina dan bisa melakukan perkara-perkara yang besar di dalam kehidupan kami, kami berdoa dalam Tuhan Yesus, supaya tangannya diurapi oleh Tuhan sendiri, hatinya diurapi oleh Tuhan sendiri, bibir dan lidah diurapi Tuhan sendiri kami berdoa Tuhan bersinar didalam kehidupannya, kami bekerja bersama sama kami mendoakan untuk anak – anak,untuk menantu semua staff,divisi divisi, semua staff ditempat ini, semua pengurus pelayan wanita bahkan semua. sehingga pelayanan akan bertambah kepada masyarakat yang luas, memberkati semua bangsa – bangsa, suku – suku bangsa, memberkati mereka yang dipinggirkan kami berdoa dalam nama Tuhan Yesus bahwa roh hikmat,roh marifat dalam nama Yesus kedalam hidup Bu Tina kami sebagai hamba – hamba Tuhan dengan nama Bapa, Putra dan Roh Kudus menabiskan anda sebagai hamba tuhan yang setia, rendah hati, sayang pada Tuhan, melayani segenap hati, kami lantik anda jadi Gembala Tuhan atas tempat ini, Segala Kemuliaan, Pujian hanya bagi Tuhan Yesus semua kita yang percaya berkata amin.

Sambutan Gembala Sidang Ibu Tina Astari Soenaryo :

Saat 25 tahun yang lalu, Pak Petrus Agung minta ditasbiskan untuk jadi Gembala Sidang JKI Injil Kerajaan dia meminta saya berdoa sendiri, dia ngomong kita sebagai istri tidak boleh cuma ikut dan kamu sendiri harus terima dari Tuhan apa yang dikerjakan suaminya, dan hari itu saya berdoa ayat 2 Petrus 1 : 10, dan ada yang namanya Panggilan dan Pilihan. kalau panggilan dari Tuhan, kalau panggilan Tuhan saya mau ambil pilihan yang benar dan setelah berdoa saya berlutut dan saya siap mendampingi kamu saya tau banyak kegelisahan dijemaat tapi memang terus terang hati saya penuh kebimbangan diwaktu yang lalu ketika saya belum bisa terima Pak Petrus pulang dengan cepat setelah itu hari hari kemudian apa yang sudah terbuang,dan sampai akhirnya Tuhan ada panggilan lagi dari situ kalau Tuhan memang berkehendak untuk saya meneruskan, biar kehendakmu yang jadi, saya tau kekuatan saya tidak seberapa.

Tuhan tidak mencari orang yang mampu, tapi Tuhan mencari orang yang mau,disitu hati saya semakin mantap, tadi malam saya pikir mau tidur awal bu ada tamu,saya pikir siapa ada tamu malam malam begini.

Saya bersyukur ada banyak teman – teman yang hari ini hadir disini, saya ingat Pak Petrus dan saya lahir baru ditahun 79-80an,rupanya teman teman saya tidak melupakan itu dan mereka pada hadir pada pagi hari ini, Saya minta dengan hormat teman teman yang waktu yayasan sangkakala bisa bangkit berdiri, Ibu Hana Sanjaya, Pak budi , Pak Tanto Handoko, Bu Meilin, Bu Meihwa saya ndak lupa waktu itu bersekutu bersama sama dirumah mami saya waktu itu.

Jadi Saya bersyukur dan terima kasih juga BAMAG dan BIMAS sudah hadir di tempat ini Ibu Ita yang sudah mendukung saya. Terima kasih juga untuk semua jemaat,kalau saudara lihat ada tentara – tentara ini adalah TNI dari BR400 dengan Pak Suri yang memimpin kita memang punya join dengan mereka, jadi kalau mereka akan pergi penugasan, kita dari Yayasan Terang Bangsa memperlengkapi mereka apapun yang mereka butuhkan kita juga memberikan ‎ibu ibunya kita urusi salah satunya kursus masak, buat kue jadi supaya ibu ibu juga sibuk, kita juga memberi pelatihan kepada bapak bapak yang berangkat tugas supaya bisa Manunggal dengan Rakyat, bisa bersatu dengan rakyat ditempat dimana mereka berada,untuk pendeta – pendeta jemaat yang ada disemarang yang sudah mendukung saya Ibu Susan Timotius S ubekti, Ibu Elisabeth Philip, Pastor Budi saya bersyukur mendukung saya. Saya berterima kasih kepada semua jemaat tetap dukung saya didalam doa. Karena saya ingat Pak Petrus berkata gereja itu bukan karena megah dan besarnya, gereja itu adalah bagaimana kita jadi pengaruh orang disekitar kita, masyarakat disekitar kita, jadi kita lakukan dan teruskan visi yang ada, jadi kita lakukan visi yang Pak Petrus berikan, karena saya tau visi itu bukan diberikan ke Pak Petrus pribadi untuk menjadi berkat bagi bangsa bangsa tapi visi itu diberikan kepada gereja JKI Injil Kerajaan adalah dengan tetap kita akan meneruskan visi yang ada dan saya mengucap syukur para jemaat yang sudah sabar menunggu selama 2,5 bulan, tapi saya tau sekarang ini Tuhan yang menetapkan waktunya lebih baik kita menurut dengan kehendak Tuhan daripada berjalan mengikuti kehendak sendiri, untuk papi dan mami saya terima kasih, papa mertua saya terima kasih Agung sudah tidak ada lagi tapi Papa tetap Papa bagi gereja ini.

Semua rangkaian acara berjalan dengan lancar dan baik di hadiri oleh banyak tokoh – tokoh ‎kristen dimana memberikan dukungan moril atas pekerjaan tangan Tuhan melalui Gembala Sidang JKI Injil Kerajaan. Acara ditutup dengan doa berkat pertama dan juga pemberian souvenir untuk jemaat sebuah gelas putih bersih dan 1 buah notepad Great Awakening.

Pdt. Petrus Agung yang sebagai Tokoh Kristen Nasional asal Semarang ini yang ini telah membangkitkan dunia kekristenan Indonesia melalui kegerakan The Great Awakening 120.000 ribu orang dari kalangan anak anak muda dan hamba hamba Tuhan dari seluruh Indonesia sangat berhasil memberi dampak di Desember 2015.

Meninggalkan seorang Istri dan 3 orang anak Kezia Samantha Purnama, Joseph Samuel Elisa Purnama, Hadassah Gloria Purnama dan seorang menantu Erick Ferdinand Kurniawan.

Tina Astari berharap bahwa dukungan dari Jemaat merupakan kekuatan yang terbaik untuk menjalankan roda pelayanan yang memiliki 27 divisi pelayanan.

Termasuk di dalamnya adalah Miracle Healing Centre, Kids Revival Centre, LPK, Sekolah, Akademi, Toko Buku Rhema, Radio Rhema, LBH Mawar Sharon, Media Injil Kerajaan, Air Minum Moses, Air Minum Prosperity, Heavenly Music Orchestra, PFA, Dapur Umum, Roti HS, Just Coffee, Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala, Pasar Rakyat, dan seluruh divisi – divisi yang ada. (*)